Tampilkan postingan dengan label Distribusi Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Distribusi Buku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Juli 2008

Pusat Buku Indonesia


Cita-cita para penerbit buku Indonesia untuk membangun PUSAT BUKU INDONESIA nampaknya sudah mulai terwujud. Tempat berkumpul para penerbit dengan pengemar, pelanggan, pebisnis buku, event organizer pameran buku, distributor buku luar negeri, dan prospeknya itu ada di Kelapa Gading Center (KTC) Jalan Boulevard Barat Raya Jakarta Utara (persisnya di depan Makro). Diresmikan oleh Wakil Presiden Bapak Jusuf Kalla pada tanggal 30 Mei 2008, yang juga dihadiri oleh Bapak Gubernur DKI Jakarta – Fauzi Bowo.

Lokasi Pusat Buku Indonesia di Kelapa Gading Centre - strategis dan nyaman

Di area seluas lebih dari 40.000 m2 itu, para penerbit dengan showroom-nya masing-masing dapat men-display buku terbitannya yang akan memudahkan pada pengelola toko buku, distributor, instansi pemerintah, pustakawan, guru dan dosen, penulis, penyelenggara event yang berkaitan dengan industri buku, untuk melakukan hubungan kerja dengan berbagai penerbit sekaligus di tempat yang sama. Sungguh-sungguh menghemat BBM dan waktu.

Bukan hanya penerbit buku, bahkan Ratna Riantiarno dari Teater KOMA itu juga membuka stand untuk mengajak anak-anak bangsa yang ingin terjun ke dunia teater.

Menurut pengelola PUSAT BUKU INDONESIA, sewa stand ini sangat murah. Selain itu, pada tahun mendatang para penerbit yang menyewa stand itu diberi kesempatan untuk membeli stand itu secara kredit.

Lokasi PUSAT BUKU INDONESIA ini sangat nyaman dan sejuk. Tentu saja karena adanya pendingin AC serta ruangan yang sangat besar, gang antar-stand yang lebar, sehingga para penerbit bisa membuat acara promosi di depan stand masing-masing.

Gangguan pemalak dan parkir liar sering membuat jengkel pengunjung pameran buku? Sama sekali tidak ada. Harap tahu saja, lokasi ini berdampingan dengan Kodamar TNI/AL. Tempat jualan makanan ada di lantai 3, rapi, dan tidak semrawut seperti di tempat-tempat pameran buku. Tempat parkir luas sekali, ada di basement gedung itu maupun di luar. Ongkos parkir hanya Rp1.000,- berapa pun lamanya anda menghabiskan waktu untuk melihat-lihat buku.

Dengan tersedianya ruangan yang sangat luas dan nyaman, sebetulnya asosiasi penerbit, asosiasi penulis, atau asosiasi apa saja yang berkaitan dengan industri buku bisa membuat acara-acara penataran dan pelatihan baik untuk anggota asosiasi ataupun pelanggannya di lokasi itu.

Anda punya naskah, foto-foto illustrasi, design, kerjasama sponsoship dengan penerbit buku, gagasan untuk menyelenggarakan pameran buku, atau ide penerbitan suatu buku? Tawarkan saja ke penerbit-penerbit yang ada di sana. Anda tinggal pilih.

Minggu, 01 Juni 2008

Pusat Perbukuan Nasional

Jum’at, 30 Mei 2008, merupakan hari bersejarah bagi masyarakat perbukuan di Indonesia, mengapa tidak, pada hari itu Wakil presiden Republik Indonesia, meresmikan Pusat Perbukuan Indonesia di Kelapa Gading Trade Centre, Jakarta. Yang terdiri dari 258 toko buku.

Ide besar ini perlu didukung banyak pihak, karena ini akan memudahkan para konsumen di Indonesia , khususnya di Jakarta berburu buku kesayangannya, karena pusat buku Nasional ini menjadi sentral semua toko buku, dan penerbit se indonesia, yang tentunya berbagai macam jenis buku juga ada disana.

Disayangkan

Ditengah kebahagiaan sebagian besar masyarakat perbukuan, disayangkan ada pejabat yang memberikan pernyataan, alih-alih memotivasi masyarakat perbukuan, menurut saya malahan iritatif (melukai) masyarakat perbukuan, pernyataan tersebut adalah:

“Harga kertas ditambah pajak dan lain-lain, saya tahu betul, tidak terlalu mahal. Sebab, kita adalah produsen kertas. Tetapi, kadang-kadang kita punya selera yang tinggi. Jadi, maunya kertas HVS”, ujar wapres[1]

Mengapa saya katakan iritatif, karena sebagian besar penerbit, sedang menghadapi masalah besar yaitu melambungnya harga kertas yang merupakan bahan baku utama, dari penerbitan buku, mungkin benar?, Indonesia masih menjadi produsen kertas, namun mengapa harga kertas selalu melambung, bahkan adakalanya menghilang dari pasar. Ini sangat berdampak pada keberlangsungan industri penerbitan, bahkan bisa jadi penerbitan akan tutup.

Kalaulah benar produksi kertas kita masih tinggi, kemanakah kertas tersebut didistribusikan?, kenapa adakalanya kertas langka dipasaran?

Mengenai buku diterbitkan dengan kualitas kertas yang lebih rendah dari kertas HVS, inipun sudah sejak lama dilakukan oleh para penerbit, jadi kita Cuma berharap pejabat jangan membuat pernyataanya yang iritatif, apapun jua saya pribadi yang merupakan bagian dari masyarakat perbukuan mengucapkan terima kasih atas kesediaannya untuk membuka secara resmi pusat perbukuan nasional tesebut.

Lokasi yang kurang strategis

Namun ide besar tersebut, belum mampu ditopang dengan lokasi yang strategis, terutama untuk buku Islam, dari pengalaman saya beberapa tahun dalam penjualan buku Islam, maka kawasan Kelapa Gading, bukanlah kawasan yang bagus penjualan buku Islamnya. Kawasan yang bagus penjualan buku Islamnya adalah di Jakarta selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Depok, Bekasi, Tanggerang, dan Bogor.

Namun, kita tetap harus memberikan apresiasi yang sangat besar, kepada para inisiator yang ada di IKAPI Pusat yang telah berupaya mengawali ide besar ini, namun kedepan perlu difikirkan bersama, untuk memindahkan ide besar tersebut ke kawasan yang lebih mudah dijangkau dan peminat buku Islamnya juga besar.

Sekali lagi, selamat kepada penggurus IKAPI Pusat.
[1] Kompas, sabtu, 31 Mei 2008, halaman 12