<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-17267624328726699</id><updated>2009-10-14T11:59:34.209-07:00</updated><title type='text'>penerbitbukuislam.blogspot.com</title><subtitle type='html'>blog ini sebagai wadah untuk setiap insan perbukuan berbagi dan berdiskusi tentang buku</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>jahar.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00917718316384441930</uri><email>jaharuddin@gmail.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>54</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17267624328726699.post-3787781301430926540</id><published>2009-04-15T02:06:00.000-07:00</published><updated>2009-04-15T02:09:46.717-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Faktor “salafi” dalam penerbitan buku Islam</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SeWkS3xTYyI/AAAAAAAABWE/J0YjQyiyano/s1600-h/wudhu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 129px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SeWkS3xTYyI/AAAAAAAABWE/J0YjQyiyano/s200/wudhu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324842778550821666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menyudutkan suatu kelompok yang memberi nama “salafi” kepada kelompoknya, saya Cuma mencoba menganalisa secara sederhana perilaku konsumsi buku kelompok ini sebagai bahan  diskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa itu kelompok salafi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Abu Abdirrahman Al Thalibi, dalam dakwah salafiyah dakwah bijak; meluruskan sikap keras dai salafi (hal 9), mengidentifikasi kelompok salafi sebagai: Secara sederhana salafiyah bisa diartikan sebagai khazanah ilmu atau ajaran salafus shalih. Sedang salafiyun atau salafiyin ialah orang-orang yang mengikuti ajaran salafus shalih. Adapun salafy atau salafi ialah sebutan bagi orang-orang yang mengikuti ajaran salafus shalih. Salafiyah adalah ajarannya, salafiyin adalah para pengikutnya, sedangkan salafy adalah sebutan bagi mereka. Istilah salafy juga mencerminkan makna komunitas ideologis. &lt;br /&gt;Yang dimaksud salafi dalam tulisan ini adalah sekelompok orang yang mengatakan dirinya sebagai penganut salafi, dengan karakter khas salafiyyun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Karakter khas salafiyyun&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut Abu Abdirrahman Al Thalibi, dalam bukunya dakwah salafiyah dakwah bijak 2; menjawab tuduhan, (hal 264 – 275), karakter khas salafiyyun adalah:&lt;br /&gt;1. Sangat membela istilah salafi atau salafiyah&lt;br /&gt;2. Merasa sebagai kelompok paling benar&lt;br /&gt;3. Sibuk mengingkari, membantah, atau mencela kesesatan orang lain dengan dalih berjihad membela Islam&lt;br /&gt;4. Sangat sensitive terhadap penyimpangan dan sangat keras ketika mencela&lt;br /&gt;5. Bersikap fanatik terhadap ulama dan kelompoknya&lt;br /&gt;6. Tidak mengerti konsep hizbiyah dan terjerumus di dalamnya&lt;br /&gt;7. Kurang memahami manhaj ahlus sunnah&lt;br /&gt;8. Tidak jujur dalam perselisihan&lt;br /&gt;9. Tolong menolong dalam kesesatan&lt;br /&gt;10. Krisis dalam perkara akhlak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Implikasi dalam dunia penerbitan buku Islam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Faktor salafi acap kali diperbincangkan dalam penerbitan buku, seperti muncul pertanyaan, apakah buku ini bisa diterima di kelompok salafi?, ada beberapa ciri  kelompok ini dalam mengkonsumsi buku:&lt;br /&gt;1. Sebagian besar kelompok salafi, tidak mau membaca buku-buku karangan Yusuf Al Qaradawi&lt;br /&gt;2. Kelompok yang menamakan salafi ini juga tidak akan membeli buku-buku yang ada gambar makhluk hidupnya, kecuali mukanya dihilangkan.&lt;br /&gt;3. Sangat besar penghormatannya pada ulama-ulama dari kelompok mereka, implikasinya adalah jika ada buku yang direferensikan ustadz salafi, maka akan berdampak luas pada penerimaan buku tersebut di kelompok salafi, dan sebaliknya.&lt;br /&gt;4. Jika suatu buku diberi pengantar oleh orang-orang yang dianggap tidak sefikroh dengan kelompoknya, bisa jadi buku tersebut ditolak di kelompok salafi.&lt;br /&gt;Saya punya kasus satu buku yang pengantarnya dibuat oleh salah seorang ulama hadist di negeri ini, namun ternyata belakangan ulama tersebut ternyata tidak bisa diterima oleh kelompok salafi, secara terang-terangan ada yang meminta kepada kami, untuk menghilangkan kata pengantar dan nama ulama tersebut dari buku tersebut, saya geleng-geleng kepala, mendengar berita ini, sebegitunya kah sikap ekstrim kelompok salafi ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa cara yang bisa dilakukan penerbit dalam mensiasati prilaku konsumsi buku kelompok salafi, seperti: ada penerbit yang menerbitkan buku hanya untuk kalangan salafi, ada yang mensiasatinya dengan membentuk imprint baru yang seolah-olah tidak ada hubungannya sama sekali dengan induknya, ada juga yang tidak peduli. dll&lt;br /&gt;Seharusnya tidak ada polarisasi seperti diatas , bukankah tema keislaman  seharusnya bisa dibaca dan dinikmati oleh setiap ummat Islam, namun realitasnya berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya pihak penerbit buku Islam tidak  menjadikan faktor salafi ini sebagai faktor yang sangat mempengaruhi corak penerbitan buku, biarkanlah ini sekedar realitas bahwasanya susah untuk menyatukan ummat Islam, namun produksilah buku-buku yang berkwalitas, sambil terus mengamati perkembangan pemikiran Islam di Indonesia. Dan menjadi pekerjaan rumah secara bersama-sama , mencari data valid berapa jumlah kelompok ini, agar kita lebih  proporsional dalam mengambil kebijakan, kalaulah kelompok ini berjumlah 100.000 orang, mengapa ummat Islam yang ratusan juta lainnya seolah-olah tidak menjadi perhatian penerbitkan buku Islam .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tulisan ini bisa menjadi bahan diskusi untuk meletakkan sesuatu pada tempat yang pas dan sesuai dengan proporsinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaharuddin&lt;br /&gt;Praktisi pemasaran buku Islam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17267624328726699-3787781301430926540?l=penerbitbukuislam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/feeds/3787781301430926540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=17267624328726699&amp;postID=3787781301430926540' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/3787781301430926540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/3787781301430926540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/2009/04/faktor-salafi-dalam-penerbitan-buku.html' title='Faktor “salafi” dalam penerbitan buku Islam'/><author><name>jahar.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00917718316384441930</uri><email>jaharuddin@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16836016333288309241'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SeWkS3xTYyI/AAAAAAAABWE/J0YjQyiyano/s72-c/wudhu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17267624328726699.post-5135289405269301006</id><published>2009-03-10T09:35:00.000-07:00</published><updated>2009-03-10T09:44:50.360-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pameran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Korelasi Negatif antara Krisis Ekonomi Makro dengan Penjualan Buku di Pameran</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SbaY9SSUsOI/AAAAAAAABQk/vnqR4xWS3tM/s1600-h/S1034364.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SbaY9SSUsOI/AAAAAAAABQk/vnqR4xWS3tM/s200/S1034364.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311600989178212578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Jaharuddin*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari ini saya sedang mengikuti pameran buku di Islamic Book Fair 2009, 28 Februari – 8 Maret 2009 di Gelora Bung Karno Jakarta. Ketika melihat antusiasnya para pengunjung mendatangi dan membeli buku di semua stand buku yang ada di event pameran ini, seolah-olah tidak mewakili kondisi ekonomi makro yang semakin berat.&lt;br /&gt;Kompas online, 3 desember  08 menuliskan, pertumbuhan ekonomi pada 2009 diperkirakan mencapai level terburuk di posisi 4,5 persen, jauh lebih rendah dibandingkan dengan target APBN 2009, yakni 6 persen. Meskipun demikian, target APBN itu masih bisa tercapai jika Indonesia bisa mempertahankan aktivitas ekspor dan investasi.&lt;br /&gt;”Nilai tengah pertumbuhan ekonomi kami perkirakan ada di level 5-5,5 persen,” ujar Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati saat melaporkan kondisi terakhir krisis ekonomi kepada Komisi XI DPR di Jakarta, Selasa (2/12).&lt;br /&gt;Sebelumnya, Badan Pusat Statistik menyebutkan, pada 2008 setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi akan menambah 702.000 lapangan kerja baru (Kompas, 22/8/2008). Dengan demikian, jika pertumbuhan turun dari 6 persen ke 4,5 persen, tenaga kerja yang tidak terserap bisa mencapai 1,053 juta orang. Padahal, masih ada sekitar 9,427 juta penganggur terbuka yang menunggu pekerjaan saat ini. &lt;br /&gt;Pameran ini mempunyai arti penting bagi banyak penerbit, karena kondisi ekonomi kurang baik , bangsa Indonesia juga sedang di sibukkan dengan hiruk pikuk pemilu yang tentunya bagi sebagian orang melelahkan, menjenuhkan dan adakalanya bikin mual, uang pajak rakyat di hamburkan untuk membiayai 48 partai peserta pemilu, caleg menghambur-hamburkan uang untuk membuat dirinya jadi terkenal dengan berbagai metode yang tidak kreatif dan tidak mendidik. implikasinya perhatian dan modalpun akhirnya juga bisa terkuras untuk aktifitas pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah dunia penerbitan buku di Indonesia, saya menemukan keunikan tersendiri ketika perekonomian mengalami krisis. Misalnya tahun 98-an di saat ekonomi Indonesia memburuk, kita melihat dengan kasat mata penerbit buku muncul seperti jamur dimusim hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi, tumbuhnya penerbit baru di era 98-an tersebut, karena terbukanya kran reformasi, sehingga terlepas dari kekangan yang selama orde baru tidak bisa di lakukan, namun jika tidak karena dukungan konsumen buku, maka bisa jadi penerbit-penerbit tersebut akan berguguran, kenyataannya tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor lain yang juga mempengaruhi potensi meningkatnya penjualan buku adalah, masyarakat Indonesia semakin terdidik, sadar akan pentingnya informasi dan pengetahuan, dan kondisi ”terjepit”nya perekonomian dan jenuhnya melihat narsisme para caleg, mendorong kepada banyak orang untuk mencari inspirasi dan menenangkan diri. Saya menduga untuk menjawab kebutuhan ini banyak orang akhirnya menjadikan buku sebagai solusinya. Misalnya dibutuhkan ketenangan hati yang lebih dengan cara mendalami dan me refresh pemahaman agama misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kondisi yang menggairahkan ini, bisa jadi stigma rendahya daya baca masyarakat Indonesia sudah bisa di tinggalkan, dan kita buang jauh-jauh dari Indonesia, bukti lain adalah toko-toko buku juga semakin tumbuh, misalnya gramedia akan menambah lebih dari 10 toko lagi ditahun 2009 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Islamic Book Fair ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia sangat butuh buku, dan ini mendorong insan perbukuan untuk meerbitkan buku-buku berkwalitas tinggi dan mencerdaskan masyarakat, saat yang sama juga bisa menghibur dan menenangkan kegalauan masyarakat. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Praktisi pemasaran buku Islam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17267624328726699-5135289405269301006?l=penerbitbukuislam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/feeds/5135289405269301006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=17267624328726699&amp;postID=5135289405269301006' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/5135289405269301006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/5135289405269301006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/2009/03/korelasi-negatif-antara-krisis-ekonomi.html' title='Korelasi Negatif antara Krisis Ekonomi Makro dengan Penjualan Buku di Pameran'/><author><name>jahar.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00917718316384441930</uri><email>jaharuddin@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16836016333288309241'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SbaY9SSUsOI/AAAAAAAABQk/vnqR4xWS3tM/s72-c/S1034364.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17267624328726699.post-8474846279194954204</id><published>2009-03-04T11:50:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T12:02:53.417-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pameran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penerbitan'/><title type='text'>Catatan IBF 2009: Buku Apa Lagi yang Mau Dibuat?</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/Sa7ePerugbI/AAAAAAAABQM/hcmvTIchuFA/s1600-h/be+creative.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 192px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/Sa7ePerugbI/AAAAAAAABQM/hcmvTIchuFA/s200/be+creative.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309425368232264114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia perfilman Indonesia, khususnya dunia persetanan, kreativitas seperti kagak ada matinye. Sempat ada joke para sineas persetanan itu sudah bingung: setan mana lagi yang mau dikeluarin?? Soalnya, semua setan dengan berbagai spesies sudah dikeluarkan! Eh, alih-alih kehabisan kreativitas, mereka malah menjadi-jadi dengan mengeluarkan film "Hantu Ambulans", "Hantu Jamu Gendong", dan "Kuntilanak Beranak". Hiii... so many ghosts, so confuse. He-he-he.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau cuma berkunjung selewat dalam event Islamic Book Fair 2009, saya melihat fenomena yang sama dalam dunia buku Islam Indonesia. Kreativitas benar-benar menjadi kata kunci industri yang juga dikategorikan sebagai industri kreatif ini. Ambil contoh dalam buku anak, kreativitas belum beranjak jauh: masih seputar buku 25 kisah Nabi dan Rasul, Kisah Teladan (para Sahabat maupun Orang Saleh), hadits untuk anak, Asmaul Husna untuk anak, dan sebagainya. Belum ada yang berani beranjak dengan kreativitas lain tanpa meniru yang sudah ada. Dengan kata lain, yang benar-benar unik dan mengandung gagasan pembaruan. Mungkin ada 1-2, tapi tidak terekspose ke permukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kategori buku dewasa pun setali tiga uang. Tema fiqih, akhlak, bahkan juga how to dan self-improvement masih mendominasi. Tidak jarang kita temukan satu buku yang mirip dengan buku lainnya dari beberapa penerbit berbeda. Dari sisi ini lahir banyak penulis baru dan terkadang terlampau produktif menghasilkan karya yang entah cukup berbunyi, entah tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu buku yang menggetarkan pada IBF 2009 ini pun belum tampak seperti IBF-IBF sebelumnya yang diguncang oleh "Khadijah: The True Love Story", "Ayat-Ayat Cinta", atau "Laskar Pelangi". Banyak penerbit tampaknya menahan diri, mungkin kaitan dengan krisis. Atau boleh jadi memang kreativitas tengah mandek menunggu momentum munculnya naskah yang benar-benar menggugah dan mengejutkan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari catatan IBF book award sendiri, saya sebagai salah seorang tim juri, melihat tidak ada sesuatu yang revolusioner terjadi pada buku-buku Islam kita. Untuk itu, saya menempatkan buku Pak Syafi'i Antonio: "Muhammad The Superleader, The Supermanager" sebagai buku terbaik tahun ini lebih pada keunggulan Pak Syafi'i melakukan riset mendalam dan mengembangkan aspek-aspek tersembunyi dari pribadi Rasulullah saw. Banyak hal baru memang dalam buku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ranah fiksi, terpilihlah "Road to the Empire" yang juga unggul dalam riset sejarah dan teknik penceritaan dengan segala segi kemantapan dalam perwatakan, alur, dan setting cerita. Sisanya yang diikutsertakan beberapa mengadopsi stereotip "Ayat-ayat Cinta" dan beberapa lainnya masuk kategori biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku anak seperti di awal saya sebutkan pun demikian. Maka terpilihlah karya Sri Izzati lebih karena Izzati benar-benar berbakat sebagai tukang cerita dan mampu meneropong segala segi dari fiksi khas anak-anak. Buku lainnya banyak yang merupakan kumpulan kisah-kisah dan ada pula picture book biasa dengan cerita biasa. Tidak ada sebuah terobosan, bahkan kalau kita menyebutkan secara komprehensif, termasuk development editing, desain, serta context (pengemasan) seperti mandek. Masih banyak buku anak yang salah kaprah dengan meminjam mulut orang dewasa untuk bercerita, serta menjejalkan nasihat yang terkadang menjadi kontraproduktif terhadap perkembangan jiwa anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, editor dari para buku-buku terbaik ini memang tidak disebutkan. Padahal, mungkin merekalah si penemu bakat dari penulis dan si pengemas buku tersebut menjadi lebih unggul sehingga pantas mendapatkan award.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kembali soal IBF 2009 dengan segala keriuhan dan antusias para pengunjung, saya berpikir cukup sulit untuk menentukan pilihan buku yang mau dibeli atau dibaca. Apalagi, jika dana terbatas. Untuk itu, saya perlu memastikan buku yang benar-benar menggugah, bukan sekadar murah meriah. Namun, tidak gampang juga karena saya berada dalam lautan buku yang kini semua tampak bagus, fullcolor, dan juga menawarkan judul atraktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir sebagai pembaca, itulah yang tengah saya lakukan. Tidak dimungkiri, riset itu perlu. Namun, terlihat dari ribuan potensi pengunjung di IBF 2009, tidak ada penerbit yang berniat meriset, kecuali berkutat dalam target penjualan. Saya sarankan para direktur penerbit mestinya memplot waktu satu hari penuh berada di booth dan melayani para pembeli bukunya. Anda akan menemukan sesuatu yang berbeda. Tapi, siapa yang mau bersibuk ria demikian? He-he-he mungkin cuma saya kali direktur penerbit yang mau demikian atau direktur nyentrik seperti Hikmat Kurnia, bosnya Agromedia. Sama-sama 'sableng': bukankah orang kreatif memang rada-rada sableng? :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mungkin berpendapat sama: Begitu banyak buku, yang mana yang harus dibaca? Dari sisi saya sebagai penulis dan penerbit: Begitu banyak buku, apa lagi yang mau dibuat? Maka gagasan perlu dikail dari langit. Ibarat setelah Anda menyelam di lautan buku, sembulkan kepala dan bertengadah untuk mengambil nafas. Siapa tahu udara segar dan sinar matahari membuat otak Anda berpikir dan menangkap gagasan: oh sekarang masyarakat membutuhkan buku-buku semacam ini! Saya harus membuatnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambang Trim&lt;br /&gt;Praktisi Perbukuan Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17267624328726699-8474846279194954204?l=penerbitbukuislam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/feeds/8474846279194954204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=17267624328726699&amp;postID=8474846279194954204' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/8474846279194954204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/8474846279194954204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/2009/03/catatan-ibf-2009-buku-apa-lagi-yang-mau.html' title='Catatan IBF 2009: Buku Apa Lagi yang Mau Dibuat?'/><author><name>jahar.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00917718316384441930</uri><email>jaharuddin@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16836016333288309241'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/Sa7ePerugbI/AAAAAAAABQM/hcmvTIchuFA/s72-c/be+creative.bmp' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17267624328726699.post-3813937458602752859</id><published>2009-03-03T01:09:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T01:30:05.323-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pameran'/><title type='text'>30 Ribu Pengunjung Padati Pameran Buku Islam Setiap Hari</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/Saz4ciqvswI/AAAAAAAABPk/zG965byZwGk/s1600-h/S1030042.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/Saz4ciqvswI/AAAAAAAABPk/zG965byZwGk/s200/S1030042.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308891229989090050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;TEMPO Interaktif, Senin, 02 Maret 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pameran Buku Islam, yang berlangsung 28 Februari-8 Maret, dikunjungi rata-rata 30 ribu orang setiap harinya. Panitia berharap bisa mendatangkan 1,2 juta penggemar buku ke acara yang digelar di Istora Senayan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Shaleh, humas acara yang sudah delapan kali digelar ini, pada Senin (2/3), mengatakan sebagian pengunjung bahkan datang dari negara dengan penduduk berbahasa Melayu lain seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;\"(Pameran ini) termasuk salah satu acara yang dijadwalkan oleh travel tour di Malaysia untuk dikunjungi wisatawan ketika berada di Indonesia,\" jelas Shaleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung lokal, menurut Shaleh, banyak yang tertarik datang karena potongan harga buku yang mencapai kadang sampai 70%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dibenarkan Rima, 20 tahun, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, yang datang bersama lima temannya. \"Pamerannya bagus, banyak diskon,\" katanya. \"Harga bukunya jauh lebih murah dibandingkan di toko buku biasa.\"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain diskon, di gerai Mizan Dian Semesta, misalnya, dijual buku-buku yang tidak dipasarkan di toko-toko buku umum. \"Buku-buku ini dijual secara direct selling hanya pada acara seperti pameran, karena sifatnya butuh penjelasan,\" ujar Endang Choiriah, manajer penjualan wilayah penerbit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku langka ini seperti Ensiklopedia Bocah Muslim, I Love My Al-Quran, serta 10 jilid eksiklopedia Nabi Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shaleh mengatakan pameran buku ini menggelar 290 anjungan. Selain gerai dari penerbit dan toko buku, sejumlah anjungan menawarkan pakaian dan alat pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pameran ini tidak hanya berisi buku saja. Untuk memeriahkan, artis-artis pendukung film yang dibuat berdasarkan novel laris Islami, \"Ketika Cinta Bertasbih\", akan datang pada Sabtu (7/3) mendatang. . \"Mereka akan mengadakan soft opening di sini,\" tambah Shaleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah seminar juga digelar di sela-sela pameran seperti \"Total Managemen berbasis Al Fatihah\" bersama Ir. Heru, S.S, MM. sampai \"Saatnya Indonesia Kuat Mandiri dengan Ekonomi Islam\" bersama Dr. Revrison Baswir dan R.M. Ismail Yusanto, MM..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANGGY ANINDITA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17267624328726699-3813937458602752859?l=penerbitbukuislam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/feeds/3813937458602752859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=17267624328726699&amp;postID=3813937458602752859' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/3813937458602752859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/3813937458602752859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/2009/03/30-ribu-pengunjung-padati-pameran-buku.html' title='30 Ribu Pengunjung Padati Pameran Buku Islam Setiap Hari'/><author><name>jahar.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00917718316384441930</uri><email>jaharuddin@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16836016333288309241'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/Saz4ciqvswI/AAAAAAAABPk/zG965byZwGk/s72-c/S1030042.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17267624328726699.post-7285602363956604889</id><published>2009-02-09T01:15:00.000-08:00</published><updated>2009-02-09T05:13:47.984-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Strategy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penerbitan'/><title type='text'>Menakar Buku Fiksi yang akan menjadi Best Seller</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SY_0gRQ0iVI/AAAAAAAABKY/6m0HeeiTdWM/s1600-h/BestSeller.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 194px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SY_0gRQ0iVI/AAAAAAAABKY/6m0HeeiTdWM/s200/BestSeller.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300724121665309010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Jaharuddin*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pekerja perbukuan terbelalak ketika buku Ayat-Ayat Cinta (AC) dan Laskar Pelangi mendapat respon yang luaaaar biasa oleh konsumen, kemudian diiringi dengan difilmkannya buku tersebut. Disamping meng endorse penjualan bukunya, juga mengangkat “derajat” penerbitnya karena banyak penonton film yang bisa jadi bukan pembaca buku, akhirnya melalui media film, mengenal penerbit yang menerbitkan buku tersebut. Dilihat dari tiras buku yang terjual buku-buku fiksi yang best seller biasanya penjualannya diatas penjualan buku-buku umum lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengkajian awal diketahui bahwasanya tidak semua penerbit yang menerbitkan buku fiksi akhirnya beroleh keberuntungan dengan best sellernya buku fiksi yang diterbitkan tersebut. ada beberapa penerbit yang tidak mampu menjual buku-buku novelnya dengan baik. Akhirnya buku menjadi menumpuk di gudang .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meminimalisir kemungkinan buku-buku fiksi yang diterbitkan menjadi buku slow moving dan menumpuk digudang, ada beberapa indikator buku-buku fiksi yang sukses di pasar, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Tema yang unik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tema yang unik paling tidak bisa diukur dari originalitas ide, kekuatan cerita, tema yang baru. Dengan demikian seharusnya penerbit tidak perlu takut dengan penulis-penulis yang belum berpengalaman, asalkan fiksi yang ditawarkan adalah fiksi yang unik. Namun tim seleksi naskah harus benar-benar jeli menilai naskah, apakah akan booming atau akan menjadi slow moving produk. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Pengarapan dan pengemasan produk&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ini bagian terpenting selanjutnya setelah naskah, karena bisa jadi ada buku yang sebetulnya temanya bagus, namun bahasanya sangat tidak “mengalir” atau malah menyulitkan pembaca, ini bisa jadi masalah besar dikemudian hari. Termasuk dalam pemilihan cover , cover yang baik disamping mampu mewakili isi, cover hendaknya juga unik dan mampu menarik perhatian calon pembaca. Jika ini diabaikan bisa berakibat fatal dalam penerbitan buku fiksi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Promosi dan Pemasaran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya untuk promosi buku fiksi yang harus dilakukan adalah berpromosi di media-media yang sesuai dengan segmentasi calon pembaca, kemudian diikuti dengan mengadakan promosi di toko-toko buku, misalnya dengan membuatkan standing banner/neon box  di toko, yang diiringi dengan display buku yang menarik dan atraktif di tempat yang strategis. Diikuti dengan pemerataan distribusi buku berdasarkan toko dan wilayah, semakin mudah konsumen mendapatkan buku anda semakin baik, dan jangan lupa pastikan konsumen sangat mudah menghubungi hotline perusahaan anda seperti telp/sms/email/dll.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Pernah mendapat penghargaan di Negara asalnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika naskahnya adalah naskah terjemahan, buku yang sudah mendapatkan best sellet, National Best Seller, atau International Best Seller, biasanya juga akan lebih mudah untuk menjadi best seller di Indonesia. Dan jangan lupa “gelar” ini, harus anda tampilkan di cover muka buku anda, diharapkan mampu meyakinkan calon membaca untuk membeli produk anda.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Mengambil segment pembaca yang sudah mempunyai penghasilan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Didasarkan klasifikasi pembaca terdapat dua kategori fiksi, yaitu fiksi populer untuk remaja, dan fiksi untuk dewasa. Nah untuk kategori pertama saya menduga akan sulit penjualannya ditahun  ini, karena kondisi ekonomi masyarakat terganggu dengan kondisi krisis financial global, karena budget pembelian buku segement ini sangat terbatas dan dipengaruhi penghasilan orang tua. Yang akan tetap mendapatkan penjualan yang bagus adalah segmen kedua, karena para pembaca ini adalah mereka yang sudah mempunyai penghasilan sehingga kebutuhan akan buku tetap akan dibutuhkan walaupun nominalnya mungkin akan berkurang, ada kecendrungan kategori pertama juga melakukan peningkatan kualitas bacaannya dan membeli buku-buku fiksi kategori kedua.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. adanya film yang mengendorse buku tersebut&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;dalam kasus Ayat-Ayat Cinta (AAC) dan Laskar Pelangi, kita melihat bahwa adanya film kedua novel tersebut , membuat dampak yang besar terhadap penjualan dan Prestise novel tersebut, seolah-olah belum dianggap gaul jika belum membaca novel AAC atau Laskar Pelangi.&lt;br /&gt;Trend ini dimanfaatkan oleh beberapa penerbit untuk bekerjasama dengan Production House (PH), untuk membuat novel dari film-film yang mereka louncing ke pasar, paling baru saya melihat novel Perempuan Berkalung Sorban (PBS), juga cukup laku seiring dengan diputarnya film tersebut dibanyak bioskop. Sampai saat ini saya melihat adanya mutualisme antara PH dengan penerbit, ada film yang terinspirasi dari membaca novel, seperti AAC dan Laskar Pelangi, dan Ketika alam bertasbih, namun ada juga novel yang ditulis didasarkan film yang dibuat oleh PH, sampai saat ini novel yang paling sukses menurut saya adalah film yang terinspirasi dari novel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga indikator-indikator ini mampu memberikan inspirasi kepada banyak orang , terutama insan perbukuan, sehingga mampu menerbitkan novel yang berkualitas namun juga mencatatkan penjualan yang menakjubkan. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*praktisi pemasaran buku Islam, email: jaharuddin@gmail.com&lt;br /&gt;http://penerbitbukuislam.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17267624328726699-7285602363956604889?l=penerbitbukuislam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/feeds/7285602363956604889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=17267624328726699&amp;postID=7285602363956604889' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/7285602363956604889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/7285602363956604889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/2009/02/menakar-buku-fiksi-yang-akan-menjadi.html' title='Menakar Buku Fiksi yang akan menjadi Best Seller'/><author><name>jahar.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00917718316384441930</uri><email>jaharuddin@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16836016333288309241'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SY_0gRQ0iVI/AAAAAAAABKY/6m0HeeiTdWM/s72-c/BestSeller.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17267624328726699.post-695551205495949591</id><published>2009-01-21T18:14:00.000-08:00</published><updated>2009-01-21T18:17:06.707-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ide'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Strategy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penerbitan'/><title type='text'>Trend Buku 2009</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SXfW2syluOI/AAAAAAAABFA/k0kr3Zh1-58/s1600-h/trend.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SXfW2syluOI/AAAAAAAABFA/k0kr3Zh1-58/s200/trend.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293936122221934818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Oleh : Jaharuddin*&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakhir tahun pertanyaan ini sering muncul dalam diskusi dan rapat-rapat di internal penerbitan buku. Pertanyaan ini membutuhkan jawaban yang tepat dan sangat dibutuhkan oleh penerbit buku, karena jika suatu penerbit mampu menjawab pertanyaan ini dengan tepat dan baik, maka keberuntungan dan laba tahun 2009 bisa mendekati kenyataan.&lt;br /&gt;Untuk menjawab pertanyaan tersebut paling tidak ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan agar pertanyaan tersebut bisa dijawab dengan tepat dan baik. Faktor tersebut adalah analisis situasi tahun 2009 seperti peluang, dan tantangan 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tantangan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa faktor penting yang mempengaruhi industri perbukuan di Indonesia di tahun 2009, yaitu:&lt;br /&gt;1. Dampak Krisis Finansial Amerika Serikat&lt;br /&gt;2. Melambatnya pertumbuhan ekonomi&lt;br /&gt;3. Meningkatnya penganguran&lt;br /&gt;4. Pemilu&lt;br /&gt;5. Makro Ekonomi yang tidak stabil&lt;br /&gt;6. Daya Beli Masyarakat tertekan&lt;br /&gt;untuk-faktor-faktor diatas, saya tidak perlu menguraikan panjang lebar, karena banyak sekali analisis yang menjelaskannya. Kongkulsinya adalah tahun 2009 diduga akan banyak terimbas dari krisis finansial di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Peluang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebesar apapun tantangan yang akan dihadapi di tahun 2009, hendaknya dimulai dengan semangat optimis yang terukur dari setiap insan perbukuan dalam menerbitkan buku. Beberapa peluang tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;1. Pemilu 2009&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Pemilu 2009, merupakan tantangan sekaligus peluang karena dari sisi ekonomi saya berkeyakinan pemerintahan SBY-JK akan mencoba mempertahankan kondisi ekonomi sebaik mungkin, dan akan melakukan kebijakan-kebijakan pro rakyat. Kenapa demikian karena sudah dipastikan SBY-JK ikut serta dalam pertarungan menjaga image untuk tetap bisa bertahan pada RI 1 atau RI 2. apapun akan dilakukan pemerintahan SBY-JK untuk menstabilkan ekonomi, paling tidak sampai pemilihan presiden berlangsung. Makanya di bulan Januari ini pemerintahan SBY-JK menurunkan kembali BBM ketiga kalinya, dan sudah bisa ditebak kebijakan ini akan dijadikan komoditas politik untuk menjaga image untuk perebutan hati rakyat tahun 2009.  bagi penerbit paling tidak ini angin segar, walaupun belum tentu kebijakan ini akan bertahan jangka panjang.&lt;br /&gt;Disamping itu, pemilu ini melibatkan banyak orang dan tentunya mempunyai anggaran yang sangat besar, dengan kondisi ini maka terbuka peluang bagi penerbitan buku untuk menerbitkan buku-buku yang menjawab kebutuhan banyak orang yang terlibat dalam pelaksanaan pemilu, seperti untuk calon anggota legislatif misalnya, tentunya mereka membutuhkan buku panduan berkampanye yang efektif dan efisien, buku panduan menyusun anggaran kampanye, buku panduan penyusunan laporan keuangan partai, strategi komunikasi politik yang terbaik untuk caleg dan partai, panduan memilih partai dan calon presiden yang pro rakyat, Strategi memenangkan pemilu legislatif dan presiden, buku-buku proyek pencitraan caleg, seperti profil caleg, profil calon presiden, dan banyak lagi tema seputar pemilu yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;2. Buku-buku ekonomi syariah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Menurut data perbankan Syariah Bank Indonesia, pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia 5 tahun terakhir, rata-rata 60%. Ini merupakan angka yang spektakuler. Dan diperkirakan pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia pada tahun 2009 ini pun juga akan mencapai angka 60%. Salah satu indikator pendukungnya adalah diperkirakan akan berdiri 8 Bank Umum Syariah lagi pada tahun 2009. seperti Bank Umum Syariah Bukopin, Bank Umum Syariah BRI, bahkan BCA pun akan membuka Bank Umum Syariah. Potensi lain para pelaku perbankan syariah dan ekonomi syariah  secara umum merupakan kalangan terdidik dan mempunyai daya beli yang tinggi. Namun para penerbit harus menyadari juga bahwa, ekonomi syariah bukan hanya perbankan syariah, masih banyak sektor ekonomi syariah yang juga akan berkembang pesat dan membutuhkan buku-buku berkwalitas sebagai pendukung seperti pasar modal syariah, assuransi syariah, wakaf produktif, zakat, pegadaian syariah, leasing syariah, ekonomi mikro syariah, ekonomi makro syariah,ekonomi pembangunan syariah, ekonomi moneter syariah (dinar dan dirham), enterpreneurship syariah, fatwa-fatwa ekonomi syariah, dll.&lt;br /&gt;Kebutuhan ini juga didasari semakin berkembangnya program studi dan jurusan ekonomi syariah disetiap kampus-kampus ternama di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;3. Buku-buku pendidikan anak&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Di saat ekonomi sedang tidak menentu karena dampak krisis finansial di Amerika Serikat. Setiap rumah tangga akan rasional dalam memilih produk yang akan dikonsumsinya, termasuk pengurangan atau penundaan konsumsi buku. Namun setiap orang tua tetap akan berusaha untuk bisa memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anaknya. Buku-buku pendidikan anak salah satu kebutuhan pendidikan anak. Dengan demikian saya memperkirakan  permintaan dan kebutuhan masyarakat terhadap buku-buku pendidikan anak tidak akan tergangu banyak. Dengan demikian masih sangat prospek jika penerbit masuk menerbitkan buku-buku pendidikan anak, mulai dari pra sekolah sampai SD.&lt;br /&gt;Apalagi saat ini pemerintah sedang giat-giatnya mengembangkan program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sampai-sampai setiap RW yang ada di Indonesia ditargetkan akan ada PAUD nya. Sekali lagi ini potensi besar yang selayaknya dilirik oleh banyak penerbit. Tapi setiap penerbit harus mempunyai komitment yang tinggi untuk membuat-buku-buku pendidikan anak yang berkwalitas tinggi. Karena jika penerbit hanya mengedepankan profit, dan asal laku, ini bisa menjadi bumerang bagi masa depan anak-anak kita dan generasi muda bangsa ini. Dan sebaliknya jika penerbit mampu menyajikan buku-buku anak-anak yang berkwalitas, maka penerbit juga memberi andil dalam terciptanya generasi-generasi yang berkwalitas di masa depan.&lt;br /&gt;Terkait dengan ini, bisa juga di kombinasikan kebutuhan buku-buku ekonomi syariah dengan buku-buku anak, setahu saya belum ada buku-buku pendidikan anak yang membahas konsep-konsep ekonomi syariah, dengan level untuk anak-anak, ini akan membantu pengembangan ekonomi syariah yang sedang digalakkan pemerintah, sekaligus mengedukasi anak-anak sedari awal tentang ekonomi syariah.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;4. Buku-Buku kewirausahawan dan motivasi&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan banyaknya kasus PHK dan kemungkinan PHK di tahun 2009 ini, maka akan banyak pekerja yang kebingungan mencari alternatif pekerjaan yang cepat dan mudah dilakukan. Dengan demikian dibutuhkan buku-buku tentang kewirausahaan seperti: cara mudah memulai usaha sendiri, panduan usaha francise di Indonesia dan Luar Negeri, termasuk  buku-buku motivasi untuk para pekerja yang kehilangan pekerjaan seperti: Tidak ada kata menganggur bagi setiap muslim yang baik, PHK bukan akhir kehidupan, dll.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;5. Buku-buku agama Islam&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Agama merupakan kebutuhan mendasar setiap manusia, sampai kapanpun dan dalam kondisi apapun setiap orang membutuhkan makanan/gizi hatinya dalam bentuk tuntunan agama, apalagi kalau kondisi ekonomi dan sosial politik lagi tidak menentu, saya memperkiarakan kebutuhan masyarakat terhadap agama semakin tinggi. Hal ini dibuktikan sejak krisis tahun 1998, penerbit-penerbit buku Islam tumbuh bak jamur di musim hujan, dan sebagian besarnya mampu bertahan sampai saat ini, indikator lainnya adalah semakin semaraknya pameran-pameran buku Islam di banyak kota di Indonesia, serta siqnificannya penjualan buku islam di toko buku.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;6. Mushaf Al-Qur’an&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Penerbitan Mushaf Al-Qur’an, memang sudah lama dilakukan, bahkan sekarang departemen agama telah menerbitkan sendiri Al-Qur’an dengan membangun percetakan sendiri di Ciawi. Namun menarik juga diamati keberadaan mushaf Al-Qur’an semakin hari semakin berkembang seiring dengan kebutuhan dan kemudahan yang ditawarkan penerbit kepada masyarakat, seperti Al-Qur’an tadjwid, Al-Qur’an untuk wanita, dan banyak keunikan lainnya, yang paling baru dan fenomenal adalah Al-Qur’an terjemah kata perkata metode hijaz, yang diterbitkan penerbit as syamil. Al-Qur’an ini diterima sangat antusias oleh masyarakat.&lt;br /&gt;semoga bermanfaat....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*praktisi pemasaran buku Islam, email: jaharuddin@gmail.com&lt;br /&gt;http://penerbitbukuislam.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17267624328726699-695551205495949591?l=penerbitbukuislam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/feeds/695551205495949591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=17267624328726699&amp;postID=695551205495949591' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/695551205495949591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/695551205495949591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/2009/01/trend-buku-2009.html' title='Trend Buku 2009'/><author><name>jahar.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00917718316384441930</uri><email>jaharuddin@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16836016333288309241'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SXfW2syluOI/AAAAAAAABFA/k0kr3Zh1-58/s72-c/trend.gif' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17267624328726699.post-6307184478068913953</id><published>2009-01-05T00:30:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T01:09:36.237-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lowongan'/><title type='text'>Dicari Editor Tetap Fiksi</title><content type='html'>Pustaka al-kautsar mencari tenaga editor tetap, untuk buku-buku fiksi Islam. syaratnya punya pengalaman di bidang tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;lamaran bisa dikirim via email ke: khalish02@yahoo.com atau, cckan ke: jaharuddin@gmail.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17267624328726699-6307184478068913953?l=penerbitbukuislam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/feeds/6307184478068913953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=17267624328726699&amp;postID=6307184478068913953' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/6307184478068913953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/6307184478068913953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/2009/01/dicari-editor-tetap-fiksi.html' title='Dicari Editor Tetap Fiksi'/><author><name>jahar.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00917718316384441930</uri><email>jaharuddin@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16836016333288309241'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17267624328726699.post-6844850517204431697</id><published>2008-12-30T21:11:00.000-08:00</published><updated>2008-12-30T21:18:23.917-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penerbitan'/><title type='text'>Tiras (Buku) Pas Saat Krisis</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SVsAkI4aMBI/AAAAAAAABAI/eVmXJp2kHfM/s1600-h/book_obsession_by_stupid_princess.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SVsAkI4aMBI/AAAAAAAABAI/eVmXJp2kHfM/s200/book_obsession_by_stupid_princess.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285819208508780562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini masih lanjutan dari artikel "Tiras Buku Ibarat T-Shirt". Setelah posting tulisan di milist, saya baru saja terima SMS dari seorang rekan yang menanyakan bagaimana ia bisa menetapkan bonus prestasi untuk seorang editor. Lalu, saya jawab bahwa penetapan reward ditentukan dari pencapaian target, baik pas maupun melampaui. Tentu target perlu ditetapkan terlebih dahulu berikut indikator pencapaian target. Nah, apakah sebuah buku yang menembus angka penjualan best seller bisa berimbas bagi ditetapkannya reward untuk seorang editor? Semestinya bisa atau memang harus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, pertanyaan berlanjut berapa standar penetapan best seller itu? Saya menjawab bahwa buku bisa masuk standar best seller apabila bisa menembus 5 hingga 10 x dari tiras normal atau tiras standar cetakan pertama misalnya 3.000 eksemplar. Berarti kita bisa menetapkan angka 15.000 hingga 30.000 adalah masuk kategori best seller untuk penjualan satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mana ketetapan standar ini, maksudnya sumbernya? Ditetapkan berdasarkan skala penerbitan saja sesuai dengan pengalaman bisnis. Penerbit terbagi tiga: 1) small publisher (dengan terbitan 1 judul per bulan atau bahkan hanya 6 judul per tahun); 2) medium niche publisher (dengan terbitan 2-3 judul per bulan); 3) big publisher (punya banyak imprint dan bisa mencapai angka terbitan 30-50 judul per bulan). Ketiganya tentu berbeda menetapkan tiras standar, termasuk kategori best seller. Karena itu, jangan heran jika timbul berbagai macam klaim best seller. Penerbit kecil yang tiba-tiba bukunya laku di atas 5.000 eksemplar bisa berteriak girang dan mengatakan bukunya best seller--pertama terjadi setelah tiga tahun berdiri. Namun, secara nasional kita ketahui bahwa klaim best seller bisa disematkan pada buku-buku yang sudah menembus angka penjualan hingga lebih dari 50.000 eksemplar. Karena orang Indonesia termasuk tinggi sense of humor-nya, terbit juga buku dengan embel-embel 'insya Allah best seller' atau 'masak sih gak best seller'. :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sebuah tiras pas bisa ditetapkan? Saya hendak berbagi pemikiran saja mengingat aspek ini kerapkali ditetapkan secara konservatif (hati-hati) dan ada juga yang optimis. Bahkan, ada yang begitu sangat berhati-hati karena trauma oleh badai retur buku-buku back list (back list = judul lama, bukan black list). Tiras besar berhubungan dengan harga pokok produksi (hpp) yang menjadi murah. Adapun tiras sedikit tentu sebaliknya menjadikan hpp melonjak naik dan berujung pada tingginya harga buku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita telisik pertimbangan memutuskan sebuah tiras yang pas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis yang diperkirakan memuncak pada 2009 harus menjadi pertimbangan. Selain itu, juga perlu riset perilaku konsumen (pembaca) buku di Indonesia dalam mengambil keputusan membeli buku. Prediksi dan hasil riset diramu juga dengan as is condition (kondisi nyata) praktik marketing penerbit. Dari pangsa pasar buku umum yang ada di seluruh Indonesia, berapa persen yang sudah tercover (covered area)? Adakah tim marketing ataupun distributor yang kita tunjuk sudah optimal menggarap pasar? Nah, pertimbangan tiras yang pas sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor tadi selain juga faktor kekuatan buku itu sendiri (content, context, community, dan penulis). Berarti apa yang kita perlukan? Hasil riset dan data yang valid, bukan sekadar persepsi dan perkiraan-perkiraan tanpa bukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kerap menemukan personel marketing yang membuat asumsi-asumsi marketing berdasarkan satu dua kasus dengan konsumen, lalu diangkat menjadi isu nasional. Apa yang penting kasus tersebut semestinya dianalisis dulu sebelum dilempar ke forum karena boleh jadi satu kasus itu terangkat secara situasional, misalnya ada konsumen mengatakan bahwa judul buku Anda kurang tepat. Pendapat ini harus didukung lagi oleh pendapat-pendapat lain sehingga menjadi sebuah pendapat umum untuk didiskusikan. Saya kira demikian. Seperti halnya seorang marketer mengangkat isu bahwa saat ini yang lagi tren adalah buku-buku tentang orang-orang cacat yang sukses. Tren yang dia lihat harus didukung juga oleh data life time buku-buku tersebut dan mengapa orang tertarik membeli buku itu, sekaligus data judul dari sekian buku itu yang masuk kategori best seller. Sangat naif kalau soal ini dibawa ke forum rapat hanya dengan omongan, lalu marketer meminta tim redaksi membuat buku sejenis itu dan yakin ia mampu menjual dengan tiras hingga 10.000 eksemplar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke soal penentuan tiras yang pas mari kita berkaca dari kemampuan marketing. Pertanyaan pertama spesifik untuk Indonesia: apakah pasar Jakarta sudah tercover secara optimal? Penting karena paling tidak market share Jakarta mencapai 45% dari market share pasar buku nasional. Daerah kuat pasar buku lainnya secara nasional berturut-turut adalah Sumut (terutama Medan), Jateng, Jatim, Jabar, Pekanbaru, Makassar, dan sebagainya. Tentu setiap penerbit pasti punya data rangking penjualan di tiap daerah. Dari data rangking dan kekuatan daya beli masyarakat daerah dapatlah ditentukan spreading tiras per daerah/wilayah. Misalnya, dari tiras 3.000 maka jatah untuk wilayah Jakarta adalah 1.200, Sumut 300, Jateng 500, Jatim 500, Pekanbaru 200, Jabar 300. Hal ini dilakukan dengan asumsi strategi spreading melebar. Artinya, sebuah buku front list langsung disebar serentak secara nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga penerbit yang menerapkan strategi spreading lokal. Artinya, cetakan pertama terbitan hanya di pasarkan di wilayah basah sebagai tes pasar. Tentulah banyak yang menjadikan wilayah basah itu adalah Jakarta. Dengan demikian, tiras buku ditetapkan tiras mini 1.000-2.000 dan langsung ditebar ke seluruh pelosok Jabodetabek. Apabila kemudian sambutan masyarakat pembaca bagus, barulah penerbit berani mencetak tiras dengan standar normal untuk persebaran nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya prediksi pada masa-masa krisis serta pengalaman adanya beberapa penerbit yang menghadapi badai retur buku-buku umum, pada 2009 akan terlihat sikap konservatif dalam menentukan tiras front list (judul baru), termasuk juga pengurangan judul terbitan per bulan. Dan dapat dipastikan buku-buku baru dari penerbit-penerbit yang terkonsentrasi di Jakarta-Bandung-Jogja banyak beredar di tiga kota itu saja. Alhasil, masyarakat pembaca di daerah lain harus bersabar menunggu sampai buku tersebut benar-benar meyakinkan atau juga harus puas masih mendapatkan buku-buku lama terbitan satu-dua tahun yang lalu. Adapun penerbit-penerbit yang punya armada penjualan kuat dan juga dana yang kuat tentu menjadi kesempatan melaju tanpa terbendung, apalagi jika berjaya pula mengakuisisi naskah-naskah hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiras yang pas dengan pertimbangan telah stabilnya pasar untuk wilayah Jawa (DKI, Jabar, Jateng, Jatim) dalam asumsi optimis (menurut saya) adalah 3.000-3.500. Dalam asumsi konservatif untuk 2009 tentulah di angka 2.000 eksemplar per judul. Dalam asumsi superoptimis tentulah menaikkan buku langsung pada tiras 10.000 sehingga harga buku pun menjadi bersaing dan buku bisa memenangi display karena dipajang di floor display dengan jumlah stock 100-200 per toko buku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya sebuah tiras yang pas untuk tetap survive ataupun mengalami growth pada musim penjualan buku 2009 adalah hal-hal berikut: 1) content atau isi buku yang memang memenuhi kebutuhan, rasa ingin tahu, serta kecenderungan minat masyarakat (tren dapat diciptakan); 2) context atau kemasan buku yang memiliki daya pikat dan daya tawar tinggi sehingga menimbulkan rasa percaya diri menjualnya; 3) penulis yang bereputasi; 4) community yang telah ada maupun dibangun sendiri networknya sehingga memantapkan target penjualan (misalnya penerbit Anda punya jaringan emosional dan profesional dengan salah satu MLM syariah maka Anda punya kans menjual buku-buku tentang ekonomsi syariah di kalangan mereka dengan angka tiras tertentu); 5) penulis yang memiliki kapabilitas dan kredibilitas positif; 6) stabilitas ataupun kekuatan spreading-distribusi-sales yang sudah mantap (kalau belum mantap, lebih baik mengambil langkah superhati-hati dengan tiras mini).&lt;br /&gt;Semoga berguna, tetap optimis dan mau berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambang Trim&lt;br /&gt;Praktisi Perbukuan Nasional&lt;br /&gt;http://groups.yahoo.com/group/editorindonesiaforum/message/1202&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17267624328726699-6844850517204431697?l=penerbitbukuislam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/feeds/6844850517204431697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=17267624328726699&amp;postID=6844850517204431697' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/6844850517204431697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/6844850517204431697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/2008/12/tiras-buku-pas-saat-krisis.html' title='Tiras (Buku) Pas Saat Krisis'/><author><name>jahar.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00917718316384441930</uri><email>jaharuddin@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16836016333288309241'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SVsAkI4aMBI/AAAAAAAABAI/eVmXJp2kHfM/s72-c/book_obsession_by_stupid_princess.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17267624328726699.post-5130318100922007696</id><published>2008-11-18T00:36:00.000-08:00</published><updated>2008-11-18T00:44:47.915-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penerbitan'/><title type='text'>BOOK COACHING: MENJADI PENDAMPING PENULIS</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SSKAbnFzqLI/AAAAAAAAAxk/uTRdEM_7ehE/s1600-h/book.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SSKAbnFzqLI/AAAAAAAAAxk/uTRdEM_7ehE/s200/book.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269915725815064754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dua bulan saya nyaris absen total dari dunia maya. Dua hingga tiga bulan belakangan, saya memang sedang digempur habis oleh kesibukan atau aktivitas penulisan karya terbaru saya sekaligus pendampingan-pendampingan penulisan buku para klien. Dan, seperti kasus-kasus yang selama ini saya tangani, selalu saja ada hal menarik yang bisa dibagikan dan diambil pelajarannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan coba ceritakan kasus pendampingan saya dalam penulisan buku berjudul Rahasia Mendapatkan Nilai 100 (Sinotif, 2008) karya Hindra Gunawan. Kasus terakhir yang saya tangani ini terbilang sangat menarik, mengingat dalam waktu kurang dari tiga bulan, Hindra berhasil menuntaskan dan menerbitkan bukunya, sekaligus mendirikan sebuah penerbitan mandiri bernama Sinotif Publishing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambah menarik lagi, mengingat si penulis adalah seorang pengajar sekaligus eksekutif lima perusahaan, yang sehari-hari benar-benar disibukkan oleh urusan bisnisnya, tetapi masih sanggup bagi waktu demi menyelesaikan penulisan buku setebal 200 halaman lebih itu. Dan, menampingi penulis-penulis “gila” semacam ini memang salah satu kegemaran saya he he he….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik, ketika menerima tawaran sebagai coach atau pendamping dalam proses penulisan buku ini, saya sempat membayangkan bahwa ini adalah sebuah proyek yang terbilang mudah dikerjakan. Klien atau penulis yang saya dampingi ini adalah seorang pengajar, trainer, hipnoterapis, sekaligus businessman yang sangat menguasai bidang yang hendak dia tulis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, asumsi itu langsung saya koreksi begitu si klien menetapkan target bahwa buku harus bisa diterbitkan dalam kurun dua hingga tiga bulan. Alasannya, ada serentetan acara konfensi atau ekspo yang bisa dimasuki oleh buku tersebut. Celakanya, buku benar-benar digagas, dirancang, dan harus ditulis dari nol sama sekali! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kontrak pendampingan kami tandatangani, saya langsung ancang-ancang strategi, dan saya komunikasikan dengan sejelas-jelasnya kepada klien ini. Pertama, saya tegaskan bahwa antara coach dan coache (klien) harus sama-sama berkomitmen untuk bekerja keras, tahan banting, bila perlu ‘setengah memaksakan diri’ dalam beberapa langkah nantinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, saya tekankan bahwa sebagai coach atau pendamping, fungsi saya adalah memaksimalkan dan mengaktualkan potensi si klien melalui proses pembelajaran penulisan buku. Wujudnya adalah sebuah karya tulis yang harus benar-benar dirasakan sebagai karya orisinal si penulis, berkualitas, serta memuaskan diri sendiri atau target pembaca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, saya juga tegaskan bahwa dalam beberapa tahapan nantinya, terkadang saya harus bersikap “keras” demi mempertahankan kefokusan klien. Mengapa? Sebab, dari berbagai kasus yang pernah saya tangani, sangat sering muncul sindrom “masterpiece” dalam diri penulis-penulis pemula. Maksudnya, muncul hasrat untuk membuat karya selengkap dan sehebat mungkin pada kesempatan pertama menulis buku, sementara realitasnya mereka dihadang oleh konstrain waktu yang sulit diajak kompromi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, saya jelaskan berbagai risiko penulisan dan penerbitan buku dalam tenggat waktu yang sedemikian sempit. Kalau dalam waktu normal saja kita butuh ketelitian yang maksimal agar kita bisa menghasilkan naskah yang berkualitas, rapi, lengkap, dan minim kesalahan. Terlebih kalau konstrain waktunya “abnormal”, pastilah butuh ketelitian dan ketekunan yang hitungannya ekstra maksimal he he he…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, saya “peringatkan” di awal, bahwa saya akan mendera klien dengan anjuran dan ajakan yang terus-menerus supaya yang bersangkutan lebih percaya diri untuk menggali bahan-bahan penulisan dari pengalaman sendiri. Selebihnya, bolehlah ditambahkan dari berbagai literatur atau teori-teori dari pakar lainnya. Langkah ini, selain mempercepat proses penulisan, ternyata juga ampuh untuk menghadirkan banyak hal atau temuan baru ke dalam naskah buku kita. &lt;br /&gt;Nah, ancang-ancang strategi beserta asumsi atau dugaan-dugaan saya ternyata sungguh-sungguh mewarnai proses pendampingan buku Hindra Gunawan ini. Dari sisi kerja keras, memang ada totalitas, yang mana jadwal pertemuan pendampingan pun bisa bertambah dua kali lipat. Sementara, klien harus menambah alokasi waktu pendampingan, riset, dan penulisan lebih dari yang diduga semula. Hasilnya, proses penulisan bisa sangat cepat, tetapi risikonya sampai membuat gusi si penulis yang vegetarian ini pecah dan berdarah-darah. Untuk semangat yang beginian, tanpa ragu-ragu saya beri nilai 100 he he he….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi kefokusan penulis, dugaan saya terbukti, bahwa sindrom “masterpiece” akhirnya muncul. Tanda-tandanya? Klien menuntut diri untuk bisa menghasilkan karya yang jauh lebih hebat ketimbang pesaingnya, lebih lengkap, dan itu dilakukan dengan terus-menerus menambah jumlah literatur yang hendak dijadikan referensi. Bahkan, sampai pada detik-detik terakhir, penambahan-penambahan bab masih terus berlangsung, lengkap dengan segala kekuatan dan kelemahannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini idealisme yang harus dihargai, tetapi saya terus berpegang pada sikap pragmatis-realistis, karena yang dihadapi adalah limit waktu. Pada tahapan inilah, selain memfungsikan diri sebagai motivator kepenulisan, saya juga berubah wujud menjadi mitra pembelajaran yang sangat kritis, bahkan terbilang “keras” kepada klien. Tanpa sikap seperti ini, klien tidak akan fokus dan disiplin dalam mengejar target penyelesaian penulisan seperti yang sudah disepakati bersama. Dan, posisi yang saya pilih itu ternyata memberikan hasil sangat positif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi kebaruan karya, akhirnya tercapailah tujuan kami semula, bahwa buku yang dihasilkan sungguh-sungguh menyajikan banyak hal baru kepada pembaca. Klaim ini dibuktikan dengan banyaknya bab, contoh-contoh, kasus-kasus, kiat-kiat, dan argumentasi-argumentasi yang relatif baru karena digali dan diolah dari hasil riset, observasi langsung, atau dari pengalaman penulis serta orang-orang di sekitarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik ini, saya dapatkan pernyataan kepuasan dari si penulisnya sendiri. Yang mana, proses pembelajaran tersebut telah mendorong dirinya untuk lebih fokus pada penyajian hal-hal baru dalam bukunya, ketimbang mengulang-ulang isi buku-buku yang pernah dia baca atau yang menjadi referensi penulisan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, buku Rahasia Mendapatkan Nilai 100 berhasil diterbitkan tepat sesuai jadwal. Lepas dari sisi kekurangansempurnaan produk akibat konstrain waktu, baik saya sebagai pendamping/konsultan maupun si penulis merasakan suatu kepuasan atas hasil sebuah kerja keras bersama. Kepuasan itu bertambah lagi dengan munculnya kebanggaan dan rasa syukur, manakala kami melihat banyak orang tertarik membeli buku itu saat di-display di sejumlah ajang ekspo, pelatihan, dan seminar. Selanjutnya, kita tunggu saja, apakah kombinasi penjualan langsung serta penjualan melalui jaringan toko-toko buku mampu menghantarkan buku tersebut ke tangga buku bestseller. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Edy Zaqeus adalah seorang penulis buku bestseller, editor profesional, penerbit, trainer, dan konsultan penulisan/penerbitan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17267624328726699-5130318100922007696?l=penerbitbukuislam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/feeds/5130318100922007696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=17267624328726699&amp;postID=5130318100922007696' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/5130318100922007696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/5130318100922007696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/2008/11/book-coaching-menjadi-pendamping.html' title='BOOK COACHING: MENJADI PENDAMPING PENULIS'/><author><name>jahar.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00917718316384441930</uri><email>jaharuddin@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16836016333288309241'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SSKAbnFzqLI/AAAAAAAAAxk/uTRdEM_7ehE/s72-c/book.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17267624328726699.post-3004921970234243243</id><published>2008-10-24T00:02:00.000-07:00</published><updated>2008-10-24T00:29:56.493-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ide'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Potensi Pasar'/><title type='text'>Peluang di Balik, Program Pendidikan Anak usia Dini (PAUD)</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SQFz9c9apoI/AAAAAAAAArk/WOPEVrku9Wc/s1600-h/paud.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SQFz9c9apoI/AAAAAAAAArk/WOPEVrku9Wc/s200/paud.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260613339328456322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Latar Belakang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2005 UNESCO mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang angka partisipasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terendah di ASEAN, baru sebesar 20%, ini masih lebih rendah dari Fhilipina (27%), bahkan negara yang baru saja merdeka Vietnam (43%), Thailand (86% dan Malaysia (89%). Dan kesemuanya ini semakin tampak dengan Human Development Index (HDI) Indonesia yang juga lebih rendah diantara negara-negara tersebut. Ini membuktikan bahwa pembangunan PAUD berbanding lurus dengan mutu dari sebuah negara yang terdiskripsikan dalam HDI.&lt;br /&gt;Sedangkan Depdiknas dalam buku Pembangunan Pendidikan Nasional tahun 2007 menggambarkan bahwa Pemerintah telah berhasil meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD yang awalnya pada tahun 2004 adalah 39,09% maka pada tahun 2006 sudah mencapai 45,63% dengan target capaian pada tahun 2007 sebesar 48,07%, sudah barang tentu ini merupakan sebuah hal yang menggembirakan bagi pengembangan pendidikan anak usia dini.  Kemudian disebutkan bahwa agenda-agenda yang akan dicapai pada tahun 2009 seperti pencapaian APK PAUD usia 2 – 6 tahun sebesar 53,90%. Akan tetapi perlu dikritisi untuk pencapaian 53,90% atau sekitar 10,05 juta orang kualitas dari layanan yang diberikan, bukan kepada kuantitas. Ini menjadi amat penting karena begitu dasarnya PAUD itu bagi seorang manusia dalam kehidupannya yang akan datang. &lt;br /&gt;Pemerintah pada tahun 2001 telah mendirikan Direktorat khusus bagi PAUD yaitu Direktorat Pendidikan Anak Dini Usia dibawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah (sekarang disebut Ditjen PNFI), Direktorat yang bertugas untuk melayani PAUD pada jalur pendidikan nonformal dan informal. Ini disebabkan karena sebelumnya untuk layanan yang diberikan kepada anak usia dini baru pada usia 4 – 6 tahun melalui pendidikan formal yaitu TK, sedangkan melalui jalur pendidikan nonformal dan informal msih belum ada. Pendidikan formal pada tahun 2000 hanya mampu menyerap 12,65% dari total usia tersebut dengan Guru TK hanya sebanyak 95.000 orang untuk memberikan pelayanan 1,6 juta anak usia dini. Sedangkan untuk sisa 0 – 4 tahun masih belum terlayani, oleh karena itu maka Pemerintah berinisiatif untuk mendirikan Direktorat PADU (saat ini disebut Dit. PAUD) yang bertugas untuk melayani anak usia dini yang berumur 0 – 4 tahun.&lt;br /&gt;Perlu diingat, setiap anak itu mempunyai potensi yang unik ketika ia lahir di muka bumi ini,  baik secara fisik (jasmani) maupun non fisik (akal, hati dan lain sebagainya), dan  dari itu semua sesungguhnya kuncinya ketika anak tersebut berumur 0 – 6 tahun, seperti yang tertuang dalam UU Nomor 20/2003 tentang Sisdiknas pada pasal 28. Bahkan dalam pasal tersebut juga dijelaskan ada 4 (empat) unsur yang harus dipenuhi dalam pengembangan anak usia dini yaitu: pertama, pembinaan anak usia dini merupakan pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun. Kedua, pengembangan anak usia dini dilakukan melalui rangsangan pendidikan. Ketiga, pendidikan anak usia dini bertujuan untuk dapat membantu pertumbuhan dan pengembangan jasmani dan rohani (holistik). Dan keempat, pengembangan dan pendidikan anak usia dini merupakan persiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. &lt;br /&gt;Untuk bidang SDM dalam pengembangan PAUD ini dijabarkan dalam PP Nomor 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 29 yang menjelaskan bahwa standar minimal bagi Pendidik PAUD adalah D-IV atau Sarjana dengan latar belakang pendidikan PAUD, psikologi atau pendidikan lainnya yang telah bersertifikasi profesi guru untuk PAUD. Yang kesemuanya merupakan bentuk perhatian Pemerintah betapa pentingnya PAUD bagi bangsa ini .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bentuk Pendidikan anak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bentuk dari pendidikan PAUD ini adalah, seperti Play Group untuk anak usia 0 – 6 tahun. Ada yang formal didirikan oleh pemerintah, dan ada juga didasarkan pada swadaya masyarakat. Diharapkan pada setiap kampung di seluruh Indonesia ada PAUD nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Realisasi Program&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut data direktur PAUD Diknas, pada tahun 2007 Layanan PAUD secara formal dan nonformal, telah menjangkau 13 juta lebih dari 28 juta anak usia dini di seluruh wilayah Indonesia. Untuk anak usia 0-4 tahun berjumlah 20,5 juta. Anggaran PAUD juga terus ditingkatkan dari Rp 221 miliar pada tahun lalu, tahun 2008 naik dua kali lipat. Tahun 2015 layanan PAUD diusahakan bisa mencapai 75 persen semua anak usia dini . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Potensi anggaran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anggaran untuk pelaksanaan PAUD berasal dari APBN, APBD dan swadaya masyarakat, berikut ini contoh anggaran PAUD dibeberapa daerah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kabupaten Rokan Hulu, Riau pada tahun 2007, terdapat 100-an desa yang telah ada PAUDnya, anggaran per masing-masing desa sebesar Rp. 160 juta pertahun .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2007, dana PAUD Propinsi Riau sebesar Rp. 2.373 juta (2,3 M), tahun 2008 menjadi Rp. 2.486 juta (2,4 M), meningkat 4,56% &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2008, di Kabupaten Lamongan mendapat alokasi dana cukup besar dari APBD, yakni mencapai Rp 4,187 miliar. Alokasi dana tersebut untuk pendidikan anak usia dini (PAUD)/play group dan taman kanak-kanak (TK)/raudlatul Athfal (RA) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alokasi anggaran untuk PAUD dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, terus meningkat dari tahun ketahun, tahun 2003 total sebesar Rp. 475 juta, tahun 2007, melonjak sekitar 15 miliar. Ini diluar anggaran pemerintah propinsi yang besarnya 1,14 miliar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat manfaat yang begitu besar program pendidikan anak usia dini (PAUD), pemerintah akan memperluas cakupan program PAUD hingga meliputi 3.000 desa miskin di seluruh Indonesia. Program dengan alokasi dana 127,74 juta dolar AS dana berasal dari pinjaman lunak bank dunia, hibah kerajaan belanda, dan APBN, diperuntukkan bagi 783 ribu anak usia 0-6 tahun .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2006, PAUD memperoleh anggaran Rp 135 miliar ditambah Rp 9 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP). Menurut Direktur PAUD, Gutama, jumlah tersebut masih sangat kurang untuk mencukupi kebutuhan meningkatkan akses PAUD secara maksimal. Pada 2007, sudah dipastikan PAUD akan memperoleh anggaran Rp 199 miliar. Dana sebesar itu, kata dia, akan dipergunakan untuk sosialisasi serta peningkatan dana rintisan dan kelembagaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaran yang digelontorkan untuk PAUD nonformal juga terus meningkat. Pada tahun 2007 misalnya total anggaran untuk PAUD mencapai Rp221 miliar, dan meningkat pada tahun 2008 menjadi Rp430 miliar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Alokasi anggaran Untuk pembelian Buku&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tentunya dana sekitar 430 miliar tersebut, sebagiannya akan di belanjakan untuk alat bantu pendidikan seperti alat peraga dan buku-buku, walaupun belum diketahui dengan pasti berapa besarnya dana yang dialokasikan untuk pembelian buku, namun ini merupakan potensi yang besar sekali untuk dimasuki para penerbit buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Peluang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Program pemerintah dalam rangka peningkatan kualitas SDM tersebut, disertai dengan anggaran yang sangat besar sekali, dalam proses pendidikannya, sehingga paling tidak ada beberapa faktor yang menyebabkan program ini seharusnya dioptimalkan pemamfaatan peluangnya oleh penerbit, yaitu:&lt;br /&gt;1. Total anggaran untuk PAUD tahun 2008, sebesar Rp.430M&lt;br /&gt;2. Pemerintah SBY mempunyai komitment yang kuat bahwa tahun 2009 nanti dana anggaran untuk pendidikan nasional harus 20%, ini berarti besaran anggaran yang akan diaalokasikan untuk PAUD, akan terus meningkat&lt;br /&gt;3. saat yang sama pasar buku non anak sedang tertekan, akibat dampak dari kenaikan BBM dan Krisis financial, namun kebutuhan anak-anak tetap akan meningkat dan menjadi prioritas pengeluaran keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pemain Pengadaan Buku untuk PAUD&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Penerbit Dar Mizan&lt;br /&gt;2. Penerbit As Syamil&lt;br /&gt;3. Penerbit Zikrul Hakim&lt;br /&gt;4. Penerbit Bumi Aksara Kids&lt;br /&gt;5. Penrbit Erlangga&lt;br /&gt;6. Indiva, Surakarta&lt;br /&gt;7. dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Trik Penerbit yang sekarang ikut menawarkan produk&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saya mendapatkan informasi, bahwa ada penerbit yang hanya membikin Dummy, dummy tersebut, ditawarkan kepada bagian pengadaan pemda, setelah mendapat kejelasan buku tersebut masuk dalam proyek pengadaan, baru di cetak secara massal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa yang harus dilakukan Penerbit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Buat kesepakatan apakah penerbit mau juga berburu potensi dana tersebut&lt;br /&gt;2. bentuk tim pembentukan imprint anak&lt;br /&gt;3. cari 1 orang SDM yang berpengalaman untuk membuat produk-produk buku-buku PAUD&lt;br /&gt;4. SDM tersebut langsung bertanggung jawab ke Direktur&lt;br /&gt;5. Pemasaran memamfaatkan jalur yang sudah ada, ditambah tim proyek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jalur Distribusi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Saluran distribusi yang bisa digunakan adalah jalur distribusi konvensional, seperti toko-toko retail, toko-toko buku lainnya, namun perlu juga di cari informasi tentang tim yang biasa memasukkan proyek ke pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penutup&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, peluang yang mungkin bisa diambil oleh perusahaan penerbit, ikut berkontribusi dalam mensukseskan PAUD ini. Semoga bermamfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaharuddin&lt;br /&gt;Praktisi pemasaran buku Islam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17267624328726699-3004921970234243243?l=penerbitbukuislam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/feeds/3004921970234243243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=17267624328726699&amp;postID=3004921970234243243' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/3004921970234243243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/3004921970234243243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/2008/10/peluang-di-balik-program-pendidikan.html' title='Peluang di Balik, Program Pendidikan Anak usia Dini (PAUD)'/><author><name>jahar.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00917718316384441930</uri><email>jaharuddin@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16836016333288309241'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SQFz9c9apoI/AAAAAAAAArk/WOPEVrku9Wc/s72-c/paud.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17267624328726699.post-4998998578900308672</id><published>2008-10-20T00:20:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T00:37:41.079-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Strategy'/><title type='text'>Ketika Penerbit menanti Ajal</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SPwz1lfG6oI/AAAAAAAAAnk/hSo0DTlZHyI/s1600-h/krisis.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SPwz1lfG6oI/AAAAAAAAAnk/hSo0DTlZHyI/s200/krisis.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259135460550568578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dunia Buku: &lt;br /&gt;Akibat krisis moneter sebagian besar penerbit buku merasa kewalahan, &lt;br /&gt;bahkan ada yang berhenti berproduksi. Tanda-tanda akhir zaman bagi &lt;br /&gt;dunia perbukuan di Indonesia? &lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;Krisis ekonomi yang tengah melanda bangsa Indonesia dalam beberapa &lt;br /&gt;bulan terakhir ini benar-benar sudah merasuk ke segala sektor &lt;br /&gt;kehidupan. Tidak terkecuali juga dunia perbukuan. Banyak penerbit buku &lt;br /&gt;nasional sekarang ini kelimpungan dibuatnya. Omzet penjualan buku &lt;br /&gt;mereka turun secara drastis. Bahkan tidak sedikit penerbit buku yang &lt;br /&gt;terpaksa gulung tikar dan berhenti berproduksi. &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;Omzet Turun. &lt;br /&gt;Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Rozali Usman &lt;br /&gt;mengungkapkan, industri perbukuan di Indonesia kini menghadapi tiga &lt;br /&gt;dampak utama akibat krisis moneter. Pertama, hanya 200 dari 400 &lt;br /&gt;anggota Ikapi yang masih aktif. Dari jumlah itu, kini 50% sudah tak &lt;br /&gt;berproduksi lagi. Akibatnya, tentu saja rasionalisasi karyawan tidak &lt;br /&gt;terhindarkan lagi. Kini sebagian besar editor lapangan sudah &lt;br /&gt;"dirumahkan", di samping karyawan lainnya. Dan dampak susulannya, &lt;br /&gt;penerbit yang memutuskan mencetak ulang buku terbitannya, terpaksa &lt;br /&gt;menaikkan harga sekitar 30%. "Ini jelas tidak kondusif. Dan secara &lt;br /&gt;keseluruhan dampak krisis ekonomi ini sudah menurunkan omzet industri &lt;br /&gt;perbukuan nasional sekitar 50%-75%," kata Rozali. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Kondisi tersebut ternyata tidak hanya dialami oleh penerbit-penerbit &lt;br /&gt;buku kecil saja, tapi juga dirasakan penerbit yang sudah besar dan &lt;br /&gt;terkenal. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, misalnya, merasakan &lt;br /&gt;betul adanya penurunan omzet penjualan buku-buku produknya. "Secara &lt;br /&gt;kuantitas penurunannya mencapai sekitar 10%," kata M. Boedi &lt;br /&gt;Yogipranata, manajer Toko Buku Gramedia Matraman kepada Panji. Namun &lt;br /&gt;dalam situasi krisis ini, untuk selama tiga bulan (Februari, Maret, &lt;br /&gt;sampai April ini), Gramedia masih tetap menerbitkan buku-bukunya meski &lt;br /&gt;dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dalam situasi normal. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Hal yang sama juga dirasakan oleh PT Pustaka Sinar Harapan. Menurut &lt;br /&gt;direktur utamanya, Aristides Katoppo, sebelum krisis moneter &lt;br /&gt;berlangsung, penerbit buku yang cukup besar ini bisa memproduksi satu &lt;br /&gt;buku dalam satu minggu. Tapi dalam kondisi sekarang ini, mereka hanya &lt;br /&gt;memproduksi satu buku dalam satu bulan. Itu pun dilakukan karena &lt;br /&gt;komitmen masa lalu agar tetap survive menghadapi gejolak ekonomi. &lt;br /&gt;"Kami harus terus berupaya bertahan dengan melakukan berbagai jurus &lt;br /&gt;untuk menghadapi krisis yang berat ini," katanya. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Penerbit Mizan, Bandung, mengalami problem serupa. Tingkat penjualan &lt;br /&gt;buku yang dihasilkan oleh penerbit ini sekarang sangat merosot &lt;br /&gt;mencapai 75%. Menurut Hernowo, salah seorang direktur di penerbit itu, &lt;br /&gt;kalau dulu dalam sebulan Mizan bisa menerbitkan 4-5 buku, maka &lt;br /&gt;sekarang hanya satu judul buku saja. "Jadi sekarang ini kami mesti &lt;br /&gt;mengerem juga. Misalnya, seharusnya bisa terbit enam buku dalam &lt;br /&gt;Januari-Februari ini, kita mungkin hanya dua buku yang terbit. Dua &lt;br /&gt;buku per bulan, itu sudah bagus betul," katanya kepada Panji. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Kalau penerbit-penerbit seperti Gramedia, Sinar Harapan, Mizan, atau &lt;br /&gt;penerbit buku lain yang sudah besar dan terkenal saja seperti itu, &lt;br /&gt;apalagi yang masih berskala kecil. Kondisinya tentu lebih parah dan &lt;br /&gt;mengenaskan. Menurut Sekjen Ikapi Pusat Setia Dharma Madjid, &lt;br /&gt;berdasarkan laporan, sejumlah penerbit di daerah sudah tidak melakukan &lt;br /&gt;lagi aktivitasnya. Di Jawa Timur, misalnya, 90% penerbit di sana sudah &lt;br /&gt;berhenti berproduksi, sedangkan di Jawa Tengah 50% penerbitnya sudah &lt;br /&gt;kolaps. Sementara di Jawa Barat kondisinya tidak jauh berbeda. &lt;br /&gt;"Beberapa penerbit untuk sementara terpaksa menghentikan produksinya &lt;br /&gt;hingga keadaan stabil kembali," kata ketua Ikapi Jabar Aan Soenandar. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Nah, yang menjadi biang keladi atau penyebab utama munculnya semua itu &lt;br /&gt;   apalagi kalau bukan naiknya harga kertas yang makin menggila: mencapai &lt;br /&gt;   300%. Dan itu kemudian berpengaruh juga pada naiknya harga &lt;br /&gt;   barang-barang komponen produksi buku lainnya, seperti tinta, pelat, &lt;br /&gt;   film, dan sebagainya. Kenaikan harga kertas ini terasa ironis karena &lt;br /&gt;   faktanya kita memiliki 74 pabrik kertas dengan kapasitas produksi 7,2 &lt;br /&gt;   juta ton per tahun. Kita juga punya 17 pabrik pulp (bubur kertas) yang &lt;br /&gt;   merupakan bahan baku utama kertas dengan kapasitas produksi sebesar &lt;br /&gt;   4,3 juta ton per tahun. Lantas di mana masalahnya sehingga harga &lt;br /&gt;   kertas demikian terguncang akibat krisis moneter ini (lihat, Menanti &lt;br /&gt;   Panen HTI). &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Komponen biaya untuk kertas memang menempati porsi yang sangat besar &lt;br /&gt;   pada keseluruhan biaya produksi buku. "Angkanya bisa mencapai &lt;br /&gt;   40%-60%," kata Hernowo dari Mizan. Jadi wajar bila perubahan harga &lt;br /&gt;   pada kertas yang mencapai 300% itu mempunyai pengaruh signifikan pada &lt;br /&gt;   harga buku. "Perubahan harga kertas sekarang ini membuat kami terpaksa &lt;br /&gt;   menaikkan harga buku sampai 30%," ungkap Rozali Usman, ketua umum DPP &lt;br /&gt;   Ikapi. &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;   Berbagai Kiat. &lt;br /&gt;   Memang, untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, banyak &lt;br /&gt;   cara yang diambil oleh tiap-tiap penerbit buku. Penerbit Pustaka Sinar &lt;br /&gt;   Harapan, misalnya, selain mengurangi jumlah produksi bukunya, terpaksa &lt;br /&gt;   harus menyetop alias tidak memperpanjang lagi kontrak tenaga kerja. &lt;br /&gt;   "Mulai bulan ini, kami terpaksa melakukan rasionalisasi terhadap 30% &lt;br /&gt;   tenaga kerja yang masih terikat kontrak. Perusahaan hanya mampu &lt;br /&gt;   membayar gaji karyawan paling hingga bulan April atau Mei mendatang," &lt;br /&gt;   kata Aristides Katoppo. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Mengurangi jumlah produksi buku dan penghematan kemasannya juga &lt;br /&gt;   dilakukan oleh Sinar Harapan, Gramedia, dan Mizan. Menurut Adi Hendro, &lt;br /&gt;   salah seorang staf produksi buku di Gramedia, selain mengurangi jumlah &lt;br /&gt;   produknya, penerbitnya itu juga agak selektif dalam mengemas buku. &lt;br /&gt;   "Kalau dulu dengan format yang lebar kini lebih kecil. Warna cover &lt;br /&gt;   buku yang dulu dengan hot bann, kini dengan hot print," katanya. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Pemilihan tema buku secara selektif, juga dilakukan Mizan. Menurut &lt;br /&gt;   Hernowo, selain mengurangi jumlah produksi buku, kami juga harus &lt;br /&gt;   memilih secara selektif buku-buku yang akan diterbitkan. "Kalau &lt;br /&gt;   kira-kira buku itu akan diminati pasar, akan kami terbitkan. Kalau &lt;br /&gt;   tidak, meski naskah sudah siap, akan kami tunda penerbitannya," &lt;br /&gt;   katanya. Dan menurutnya, di antara buku yang sudah siap namun terpaksa &lt;br /&gt;   ditunda penerbitannya adalah karya Dr. Jalaluddin Rahmat berjudul &lt;br /&gt;   Menjawab Soal-Soal Islam Kontemporer. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Jalan paling lumrah yang dipilih oleh berbagai penerbit buku adalah &lt;br /&gt;   dengan menaikkan harga. "Ini merupakan cara yang paling masuk akal dan &lt;br /&gt;   tak bisa dielakkan, sejalan dengan naiknya harga-harga barang lain &lt;br /&gt;   termasuk sembilan bahan pokok (sembako)," kata Abbas al-Jauhari, staf &lt;br /&gt;   editor penerbit Rajawali Pers kepada Panji. Memang, jalan itu tidak &lt;br /&gt;   dapat dielakkan. Toh, hampir semua penerbit buku sekarang ini sudah &lt;br /&gt;   melakukan hal itu. &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;   Bersaing dengan Sembako. &lt;br /&gt;   Namun jalan itu bukan tanpa persoalan, terutama jika dikaitkan dengan &lt;br /&gt;   minat dan kemampuan daya beli masyarakat akan buku dalam situasi &lt;br /&gt;   krisis sekarang ini. "Jangankan untuk beli buku, untuk beli sembako &lt;br /&gt;   pun sulitnya bukan main," kata Ibu Aminah Suhaemi kepada Panji. Dengar &lt;br /&gt;   juga pendapat Dimas, mahasiswa Fakultas Kedokteran UI. Kepada Panji, &lt;br /&gt;   dia mengeluh soal mahalnya harga buku-buku kedokteran yang wajib dia &lt;br /&gt;   gunakan dalam kuliah. "Sebelum krisis harganya hanya Rp200.000, tapi &lt;br /&gt;   sekarang sudah naik empat kali lipat: Rp800.000! Mau dikopi, selain &lt;br /&gt;   hasilnya jelek, harganya pun jauh lebih mahal," keluhnya miris. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Memang, tingginya harga buku di Indonesia sudah menjadi keluhan klasik &lt;br /&gt;   di kalangan masyarakat pembaca, apalagi dalam masa krisis seperti &lt;br /&gt;   sekarang ini. Karenanya, tak heran jika toko-toko buku besar seperti &lt;br /&gt;   Gramedia dan Gunung Agung di Jakarta terlihat sepi dan lengang. &lt;br /&gt;   Menurut pantauan Panji di Gramedia Mal Pondok Indah, Sabtu pekan lalu, &lt;br /&gt;   misalnya, tampak hanya 10 pengunjung yang datang. Itu pun hanya untuk &lt;br /&gt;   melihat-lihat dan membaca-baca buku di tempat. Ada yang membeli, &lt;br /&gt;   memang, tapi yang dibeli itu bukan buku melainkan kartu ulang tahun! &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Sungguh memprihatinkan kondisi dunia perbukuan di Indonesia sekarang &lt;br /&gt;   ini. Ibaratnya, sudah jatuh (karena krisis moneter dan naiknya harga &lt;br /&gt;   kertas) tertimpa tangga pula (siapa yang mau beli?). Lagi pula, &lt;br /&gt;   bukankah masyarakat Indonesia sudah lama terkenal rendah minat &lt;br /&gt;   bacanya? Lalu, jika persoalan ini dikaitkan dengan proses pendidikan &lt;br /&gt;   dan pencerdasan kehidupan bangsa, bagaimana masa depan generasi muda &lt;br /&gt;   Indonesia selanjutnya? &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Menurut pengamat pendidikan Prof. Dr. Bun Yamin Ramto, kita memang &lt;br /&gt;   tengah menghadapi masa-masa yang teramat sulit. Dalam soal kualitas &lt;br /&gt;   perbukuan, secara umum harus diakui bahwa bangsa kita makin merosot. &lt;br /&gt;   Jika kondisi perbukuan yang tengah dilanda krisis ini terus berlanjut, &lt;br /&gt;   itu akan berpengaruh pada persoalan pendidikan dan proses pencerdasan &lt;br /&gt;   bangsa (lihat, Generasi Tanpa Jendela). "Bacaan atau buku adalah alat &lt;br /&gt;   kebutuhan pokok masyarakat. Kita harus camkan betul-betul: kalau kita &lt;br /&gt;   mau maju, tidak bisa tanpa bahan bacaan. Jepang maju karena bacaan, &lt;br /&gt;   Cina maju karena bacaan, Amerika maju karena bacaan," kata Rektor ISTN &lt;br /&gt;   itu kepada Panji. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Untuk itu, Bun Yamin Ramto mengajak semua pihak, termasuk pemerintah, &lt;br /&gt;   untuk ikut memecahkan persoalan harga kertas ini demi memajukan dunia &lt;br /&gt;   perbukuan nasional, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. "Semua &lt;br /&gt;   pihak, termasuk pemerintah, berusaha bahwa buku itu harus diadakan &lt;br /&gt;   secara lebih banyak dan berkualitas. Dan agar masyarakat bisa membeli &lt;br /&gt;   dan memiliki buku, sebetulnya buku itu tidak harus dikemas secara &lt;br /&gt;   luks, biasa saja. Saya juga anjurkan supaya pajak-pajak yang &lt;br /&gt;   menyangkut buku dihilangkan," katanya. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Usul tersebut juga didukung Ketua Majelis Luhur Taman Siswa Dr. Ki &lt;br /&gt;   Supriyoko. Menurutnya, dalam situasi krisis sekarang ini, pemerintah &lt;br /&gt;   diharapkan ikut turun tangan membantu kondisi dilematis perbukuan &lt;br /&gt;   kita. "Misalnya dengan mengurangi biaya pajak yang harus dibayar oleh &lt;br /&gt;   setiap penerbit. Saya kira pemerintah dapat melakukan itu, seiring &lt;br /&gt;   dengan niatan pemerintah untuk meningkatkan minat baca di kalangan &lt;br /&gt;   masyarakat," tegasnya. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Sebetulnya, untuk menyelesaikan masalah perbukuan ini, kalangan &lt;br /&gt;   penerbit yang tergabung dalam Ikapi tidak hanya tinggal diam. Pada Mei &lt;br /&gt;   1997 lalu, misalnya, sebelum krisis moneter terjadi, mereka sudah &lt;br /&gt;   membuat rekomendasi berisi enam butir permohonan usulan kepada &lt;br /&gt;   pemerintah agar: (1) mendorong industri yang khusus memproduksi kertas &lt;br /&gt;   untuk buku; (2) mengontrol secara berkala dan berkelanjutan soal harga &lt;br /&gt;   kertas; (3) memberikan keringanan PPn; (4) memberikan keringanan PPN &lt;br /&gt;   terhadap penjualan buku, sehingga harganya dapat lebih terjangkau; (5) &lt;br /&gt;   mengimbau PT Pos Indonesia untuk menerapkan tarif khusus terhadap &lt;br /&gt;   pengiriman buku; dan (6) menurunkan PPH pengarang buku (sekitar &lt;br /&gt;   0%-2,5%). Sayangnya, menurut Rozali Usman, rekomendasi itu hingga kini &lt;br /&gt;   belum ditanggapi. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;   Mudah-mudahan dalam hearing Ikapi dengan Komisi VII DPR, yang tidak &lt;br /&gt;   lama lagi akan dilaksanakan, usulan itu bisa lebih cepat menuai hasil. &lt;br /&gt;   Dan mudah-mudahan pula, dilema yang dihadapi kalangan perbukuan &lt;br /&gt;   nasional ini cepat berakhir. &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;NASRULLAH ALIEF, DUDI RAHMAN, RIFWAN HENDRI, HASBUNAL M. ARIEF, DAN M. RIDWAN PANGKAPI &lt;br /&gt;http://www.library.ohiou.edu/indopubs/1998/03/06/0195.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17267624328726699-4998998578900308672?l=penerbitbukuislam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/feeds/4998998578900308672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=17267624328726699&amp;postID=4998998578900308672' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/4998998578900308672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/4998998578900308672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/2008/10/ketika-penerbit-menanti-ajal.html' title='Ketika Penerbit menanti Ajal'/><author><name>jahar.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00917718316384441930</uri><email>jaharuddin@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16836016333288309241'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SPwz1lfG6oI/AAAAAAAAAnk/hSo0DTlZHyI/s72-c/krisis.gif' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17267624328726699.post-7367191384070860058</id><published>2008-10-14T21:22:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T00:16:35.005-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Strategy'/><title type='text'>Picu Minat Baca, Buku 'Dikawinkan' dengan Game</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SPwwR--kCyI/AAAAAAAAAnU/sMXXLgrQa_o/s1600-h/creative.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SPwwR--kCyI/AAAAAAAAAnU/sMXXLgrQa_o/s200/creative.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259131550383213346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;New York - Sebagian anak zaman sekarang kemungkinan bakal lebih memilih main game ketimbang membaca buku. Sebagai jalan tengah, program yang 'mengawinkan' buku dengan video game pun dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis Amerika Serikat bernama PJ Haarsma misalnya, menulis novel untuk anak-anak yang dikombinasikan dengan video game. Anak-anak pun bisa asyik bermain game tanpa melupakan manfaat membaca buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, seperti dilansir New York Times dan dikutip detikINET, Rabu (14/10/2008), untuk memenangkan permainan game yang menampilkan setting cerita dari dalam buku, anak-anak harus mencari informasi tertentu dengan membaca novel tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, penerbit buku kenamaan Random House juga sedang mengerjakan proyek serupa. Mereka mengandalkan buku karya Christopher Paolini berjudul 'Brisingr' yang dikombinasikan dengan game online. Sejauh ini, sudah ribuan orang berminat memainkan game tersebut di situs mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan penerbit ternama lainnya, Scholastic, yang terkenal karena mempublikasikan fiksi populer Harry Potter di Amerika Serikat. Mereka menerbitkan seri kisah fiksi bernama 'The Maze of Bones' yang juga dilengkapi dengan game berbasis web.&lt;br /&gt;http://www.detikinet.com/read/2008/10/15/102054/1020250/398/picu-minat-baca-buku-dikawinkan-dengan-game&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17267624328726699-7367191384070860058?l=penerbitbukuislam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/feeds/7367191384070860058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=17267624328726699&amp;postID=7367191384070860058' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/7367191384070860058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/7367191384070860058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/2008/10/picu-minat-baca-buku-dikawinkan-dengan.html' title='Picu Minat Baca, Buku &apos;Dikawinkan&apos; dengan Game'/><author><name>jahar.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00917718316384441930</uri><email>jaharuddin@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16836016333288309241'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SPwwR--kCyI/AAAAAAAAAnU/sMXXLgrQa_o/s72-c/creative.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17267624328726699.post-29674013225121989</id><published>2008-10-06T23:21:00.000-07:00</published><updated>2008-10-06T23:49:46.605-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Strategy'/><title type='text'>Amati, Tiru dan Modifikasi (ATM)</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SOsDEZnN5_I/AAAAAAAAAlg/5kTKd2FtcQM/s1600-h/atm.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SOsDEZnN5_I/AAAAAAAAAlg/5kTKd2FtcQM/s200/atm.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5254296764387551218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bulan Januari yang lalu saya diberi kesempatan oleh kantor saya untuk belanja naskah dan berkunjung ke pameran buku Internasional di Kairo, pameran ini merupakan salah satu pameran buku terbesar di dunia setelah pameran buku Internasional di Frankfurt, Jerman, yang biasanya di adakan bulan oktober setiap tahunnya. saya bertemu dengan teman lama yang sekarang ternyata juga membuat penerbitan buku Islam. Saat bincang-bincang tentang penerbitan, salah satunya kami terlibat diskusi seputar pemasaran buku. Sejak tahun 2002 Sehari-hari saya mengeluti dunia pemasaran buku Islam, akhirnya saya menawarkan diri untuk membantu memsupervisi jika penerbitan beliau punya masalah dalam tim pemasarannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bincang-bincang tersebut, awalnya menguap seiring dengan sesampainya di tanah air saya juga disibukkan dengan pekerjaan dipenerbitan dan teman saya tersebut, juga sibuk, karena saat mendirikan penerbitan beliau juga sedang mengambil program doctoral di Libya. Nah hari ini 6 oktober 2008, saya dikontak lagi oleh teman tersebut menagih janji yang dulu sempat kita bincangkan di Kairo. Apa yang harus dilakukan untuk memperkuat tim marketing penerbitan buku Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terinspirasi dari hal tersebut, saya menuliskan pengamatan saya tentang suatu penerbit buku Islam, cukup besar di Jakarta, dengan omset penjualan 10 – 20 M per tahun, untuk menjaga etika terhadap penerbit tersebut ,selanjutnya penerbit ini kita sebut sebagai penerbit A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu teori sederhana yang banyak digunakan dalam membuat suatu produk, yaitu Amati, Tiru dan Modifikasi (ATM), dengan berbekal teori sederhana ini, saya mencoba memaparkan hasil pegamatan saya terhadap penerbit A dengan sistematika SWOT, dengan harapan untuk diambil pelajaran bagi penerbit A tersebut, bagi teman saya dan bagi banyak orang yang berminat mendirikan penerbitan atau orang-orang yang sekarang sedang bekerja di dunia penerbitan buku Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Strenght (Kekuatan)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Terdapat lebih kurang 20-an buku best seller yang temanya dibutuhkan sepanjang waktu (long live cycle)&lt;br /&gt;2. Jumlah produk yang aktif di cetak + 250 judul&lt;br /&gt;3. Jaringan distribusi langsung yang di tangani dari pusat ada sekitar 350 toko (yang terdiri dari toko-toko buku Islam konvensional, TB Gramedia/Tri Media, TB Gunung Agung, TB Karisma, TB Utama/Book City, TB Tiga serangkai, TB Kurnia Agung, TB Semesta, dll).&lt;br /&gt;4. Terdapat 5 – 8 judul buku baru perbulan&lt;br /&gt;5. Karakter yang kuat sebagai penerbit yang terdepan memerangi faham liberal dan aliran sesat.&lt;br /&gt;6. Back up financial yang memadai&lt;br /&gt;7. Suasana kerja, mengedepankan kultur kekeluargaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Weakness (Kelemahan)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1.  Lambat merespon keinginan pasar, contoh sudah 4 tahun diusulkan agar penerbit A ini membuat Al Qur’an, dan baru disetujui oleh direktur , tahun 2008 ini, itupun tidak ada  kejelasan kapan akan diterbitkan, begitu juga lini, anak-anak, sudah diusulkan lama sekali, namun lambat direspon oleh direktur, begitu juga lini fiksi, sudah diusulkan lama, yang paling mengecewakan adalah tidak jelas, apa hambatan dalam membuat lini tersebut&lt;br /&gt;2. Tidak mampu mempertahankan karyawan potensial&lt;br /&gt;3. Design cover dan packaging yang kuno&lt;br /&gt;4. Kualitas cetak dan lay out yang tidak berkembang, tetap seperti dulu (kuno)&lt;br /&gt;5. Belum ada kesungguhan dari mulai direktur sampai ke manager untuk&lt;br /&gt;    membuat sistim yang kuat, seperti Standar waktu ideal dari semenjak naskah diterima penerbit sampai buku tersebut siap dipasarkan, Standar operating Proyek (SOP), petunjuk  pelaksana yang tertulis, dll&lt;br /&gt;6. terpisahnya departemen produksi dan departemen redaksi, yang berakibat&lt;br /&gt;    pada tidak jelasnya kapan buku bisa diterbitkan, karena masing-masing mempunyai otoritas sendiri, dan direktur tidak mampu memaksa kedua departemen ini untuk bisa bekerjasama.&lt;br /&gt;7. promosi yang belum terarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Opportunity (Peluang)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Terbuka lebar kesempatan untuk mengembangkan penjualan, karena jaringan distribusi sudah siap&lt;br /&gt;2. pasar potensial buku Islam semakin besar karena jumlah dan kesadaran religi masyarakat semakin baik&lt;br /&gt;3. Masyarakat masih sangat membutuhkan buku-buku dengan tema ibadah, buku-buku bacaan anak-anak, dan al qur’an dengan berbagai jenisnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Treath (Ancaman)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1.  Bermunculannya penerbit baru yang bisa cepat merespon kebutuhan pasar dan mampu cepat membuat produk yang siap dipasarkan.&lt;br /&gt;2.  sampai saat ini penerbit A ini masih berbadan hukum CV (perusahaan pribadi), dalam pelaksanaanya direktur Sangat dominant, sampai-sampai pesanan tidak akan bisa terkirim ke relasi jika uang di keuangan tidak ditambah oleh direktur dengan cara mengambilnya terlebih dahulu di ATM, artinya jika terjadi “apa-apa” dengan direktur, maka tidak jelas nasib penerbit A ini, apakah bisa berlanjut atau langsung bubar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari SWOT  diatas terhadap penerbit A, maka diharapkan bagi siapa saja mampu memilah-milah , mana faktor yang siknifikan mempengaruhi penerbitan buku Islam, selanjutnya jika faktor tersebut anda anggap penting, maka tirulah dan modifikasi sesuai dengan kebutuhan perusahaan anda, selamat mencoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaharuddin&lt;br /&gt;Praktisi pemasaran Buku Islam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17267624328726699-29674013225121989?l=penerbitbukuislam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/feeds/29674013225121989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=17267624328726699&amp;postID=29674013225121989' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/29674013225121989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/29674013225121989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/2008/10/amati-tiru-dan-modifikasi-atm.html' title='Amati, Tiru dan Modifikasi (ATM)'/><author><name>jahar.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00917718316384441930</uri><email>jaharuddin@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16836016333288309241'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SOsDEZnN5_I/AAAAAAAAAlg/5kTKd2FtcQM/s72-c/atm.bmp' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17267624328726699.post-3035583390318296825</id><published>2008-09-15T19:52:00.000-07:00</published><updated>2008-09-15T19:53:30.797-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing'/><title type='text'>Ramadan, penjualan buku Islami naik 30%</title><content type='html'>Solo (Espos)--Pada sepekan awal memasuki Ramadan tahun 2008, penjualan buku bernafaskan Islami di kompleks kios buku belakang Stadion Sriwedari Solo meningkat hingga 30% di banding hari biasa. Kebanyakan buku-buku yang diburu masyarakat berisi muatan materi-materi seputar Ramadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu penjaga kios buku Aziz Agency, Taqwin, mengatakan sejak hari pertama puasa, masyarakat mulai memadati kios-kios buku di belakang Stadion Sriwedari. Sedang jumlah konsumen yang datang ke kiosnya saat ini rata-rata mencapai 30 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buku-buku yang banyak dibeli seputar amalan-amalan Ramadan. Juga ramai juga Alquran dan tafsirnya," jelasnya kepada Espos, Selasa (9/9) di kiosnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjaga kios buku lain, Jumanto, menyampaikan agar pembeli meningkat, pihaknya memberikan diskon buku mencapai hingga 40%. Jumlah buku yang dibeli konsumen beragam dari satu eksemplar buku hingga berjilid-jilid buku, terutama konsumen dari kalangan sesama penjual buku. Diprediksi, peningkatan penjualan tetap mengalami peningkatan sampai hari H Lebaran serta sepekan setelah Lebaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain buku Islami, peningkatan penjualan juga terjadi pada produk madu. Di banding hari-hari biasa, penjualan madu saat bulan puasa ini bisa hingga 2 kg per hari atau berkwintal-kwintal bagi konsumen besar," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada, penjual buku di Kios Buku Putera Indonesia, Farel, menyampaikan selama sepekan Ramadan ini, omset yang diraih rata-rata Rp 200.000/hari atau meningkat sekitar 15% dari hari biasa.&lt;br /&gt;http://www.solopos.com/berita.php?ct=12644&amp;d1=ekonomi%20bisnis&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17267624328726699-3035583390318296825?l=penerbitbukuislam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/feeds/3035583390318296825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=17267624328726699&amp;postID=3035583390318296825' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/3035583390318296825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/3035583390318296825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/2008/09/ramadan-penjualan-buku-islami-naik-30.html' title='Ramadan, penjualan buku Islami naik 30%'/><author><name>jahar.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00917718316384441930</uri><email>jaharuddin@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16836016333288309241'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17267624328726699.post-9115261001282881040</id><published>2008-09-11T00:36:00.000-07:00</published><updated>2008-09-11T00:41:16.407-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penerbitan'/><title type='text'>Editor adalah Idetor</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SMjLgk6Up9I/AAAAAAAAAkU/rZlPYXf4yYU/s1600-h/stress.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SMjLgk6Up9I/AAAAAAAAAkU/rZlPYXf4yYU/s200/stress.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5244665526597494738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu, saya mendapat cerita dari teman yang ikut pelatihan  pemasaran buku di IKAPI Jaya, dari cerita teman  tersebut ada beberapa hal yang bisa saya sharing, Semua penerbit tentunya mengharapkan mampu menerbitkan buku yang berkwalitas sekaligus buku yang laku (best seller) di pasar. Namun keinginan ini belum tentu selaras dengan upaya-upaya yang dilakukan oleh penerbit sendiri untuk menjadikan produknya (bukunya) yang berkwalitas dan best seller. Jika buku menjadi buku yang best seller banyak pihak akan menjadi senang, baik penulis, penerbit termasuk juga toko buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu faktor penting dalam terbitnya buku berkwalitas dan best seller adalah , editor bukan hanya sebagai pengedit naskah yang masuk ke redaksi, namun editor juga mempunyai ide (idetor) yang kreatif, sehingga naskah yang biasa-biasa saja akhirnya bisa menjadi luar biasa di tangan idetor. Salah satu contoh misalnya ketika naskah yang diterima fontnya monoton, dan kurang kreatif, maka sang idetor seharusnya mampu mencarikan font yang baik, enak dimata dan bisa jadi menambahkan diagram, flow chart, dan lain sebagainya. Wal hasil jadilah buku yang kreatif, inovatif dan best seller.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada yang berfikir, lo…kalau begitu bisa jadi seorang idetor akhirnya seperti penulis?, bisa jadi ya, karena editor yang baik, sekaligus juga bisa sebagai penulis yang handal. Satu hal lain lagi yang perlu dikembangkan di editor dan staff keredaksian adalah semangat menerima kritikan dan mau memberikan kritikan yang pedas sekalipun untuk pengembangan produk, karena adakalanya tidak semua orang siap menerima kritikan, apalagi menyangkut kerja yang telah dilakukan seseorang, nah untuk menumbuh suburkan “semangat bisa menerima” ini, suasananya harus dibuat sekondusif mungkin sehingga orang bsia menerima, termasuk setter, designer, dll yang terkait. Harus dilibatkan dan diajak untuk bisa saling menerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks pemasaran buku, kualitas produk sangat menentukan keberhasilan buku di pasaran, sebagai misal buku yang isinya sangat berkwalitas tapi tidak di “packaging” dengan baik, berdampak pada tidak terjualnya buku tersebut kepasaran, begitu juga naskah (bahasa arab atau dari bahasa Ingris) yang kualitasnya bagus namun diterjemahkan dengan asal-asalan, akan berdampak juga pada penjualan, jadi kombinasi pada naskah yang bagus dan penampilan yang menarik merupakan salah satu faktor penting best sellernya produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjaga semangat editor yang idetor, dapat ditempuh dengan kunjungan ke toko buku, kunjungan ke pameran, mengadakan diskusi terbuka tentang ide baru, melakukan kajian mendalam kenapa buku “A” menjadi best seller. seperti laskar pelangi, paling tidak ada beberapa faktor yang menyebabkan buku tersebut menjadi best seller, seperti :&lt;br /&gt;1. buku yang baik itu ada tokoh disana&lt;br /&gt;2. bahasanya bahasa obrolan&lt;br /&gt;3. mengikuti trend yang ada&lt;br /&gt;4. sehingga orang ketika membaca, orang kembali membicarakannya, promosi mouth to mouth&lt;br /&gt;5. kertasnya enak dibaca, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Trade off antara target dan kualitas buku&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakalanya seorang editor sering mengeluhkan antara target yang dibebankan dengan membuat buku yang berkwalitas, “bagaimana mau membuat buku yang berkwalitas saat yang sama juga ditargetkan harus mampu membuat sekian judul buku dalam sebulan”. Seharusnya ini tidak perlu dipertentangkan, karena selayaknya editor (Idetor) yang professional mampu mengawinkan antara kualitas yang tinggi dengan kecepatan yang terukur dalam menghasilkan produk. Jadi tetap target tercapai dengan cepat namun kualitas dan proses kreatif juga selalu menjadi hal yang utama.&lt;br /&gt;Jaharuddin&lt;br /&gt;Praktisi pemasaran buku Islam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17267624328726699-9115261001282881040?l=penerbitbukuislam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/feeds/9115261001282881040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=17267624328726699&amp;postID=9115261001282881040' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/9115261001282881040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/9115261001282881040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/2008/09/editor-adalah-idetor.html' title='Editor adalah Idetor'/><author><name>jahar.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00917718316384441930</uri><email>jaharuddin@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16836016333288309241'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SMjLgk6Up9I/AAAAAAAAAkU/rZlPYXf4yYU/s72-c/stress.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17267624328726699.post-2410528454501615360</id><published>2008-09-04T00:53:00.000-07:00</published><updated>2008-09-04T00:58:40.981-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penerbitan'/><title type='text'>Ciri-ciri Naskah Buku yang Berkualitas</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SL-VFhzgiSI/AAAAAAAAAis/ozyJpOckLLs/s1600-h/naskah.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SL-VFhzgiSI/AAAAAAAAAis/ozyJpOckLLs/s200/naskah.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242072413488843042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Naskah buku adalah tulang punggung penerbit. Tanpa sebuah naskah, tidak akan ada penerbitan. Naskah buku bisa didapatkan dengan berbagai cara, di antaranya kreativitas penerbit dengan menyusun langsung buku-buku tertentu, kiriman penulis, hasil kajian ilmiah pakar tertentu, atau jika mungkin penerbit mengadakan sayembara mengarang/menulis buku, yang terbaik nanti diterbitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau demikian tidak sembarang naskah akan diterbitkan, semuanya harus memenuhi persyaratan. Hal ini baik menyangkut bisnis maupun idealisme. Sebuah penerbitan akan rugi besar jika buku yang diterbitkan ternyata tidak laku di pasaran. Begitu pula seorang penerbit harus mempunyai tanggung jawab moral untuk mencerdaskan masyarakat, tidak melulu bisnis. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menurut Sofia Mansoor dan Niksolim (1993), untuk menerbitkan sebuah buku sebuah penerbitan harus bisa memenuhi kriteria berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Keperluan&lt;br /&gt;Apakah buku ini memang diperlukan masyarakat? Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sasaran pembaca&lt;br /&gt;Siapakah pembaca buku ini: umum, dewasa, anak-anak, kaum ibu, orang tua, mahasiswa (jurusan apa, tingkat berapa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jumlah Pembaca&lt;br /&gt;Berapa kira-kira ukuran pasar? Hal ini tidak mudah dijawab, tetapi untuk buku tertentu jawabannya mudah. Misalnya, buku pelajaran mudah diperkirakan jumlah pembacanya karena yang menggunakannya pelajar pada jenjang pendidikan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Isi Naskah&lt;br /&gt;Apakah isi naskah tidak menyinggung SARA (suku, ras, agama, dan antar golongan/adat istiadat), tidak menentang ideologi negara, sesuai dengan tingkat pembaca?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Saingan&lt;br /&gt;Apakah ada buku lain yang menjadi saingan buku tersebut? Sebutkan judulnya. Apa kelemahan dan kelebihan naskah buku ini dibanding saingannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Penyajian&lt;br /&gt;Apakah isi ditulis dengan susunan tertib, apakah bahasa pengarang mudah dipahami, apakah ilustrasi mendukung uraian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kemutakhiran&lt;br /&gt;Apakah isi buku ini tidak ketinggalan zaman? Jawabannya dapat diperolah dengan mengamati daftar pustaka yang diacu pengarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Hak cipta&lt;br /&gt;Apakah penelaah mengenali ada bagian yang dikutip dari buku lain? Penerbit harus waspada agar jangan sampai penerbit dituntut karena menerbitkan buku jiplakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kelayakan terbit&lt;br /&gt;Apakah buku tersebut layak diterbitkan oleh penerbit yang bersangkutan? Sejumlah penerbit hanya menerbitkan buku-buku tertentu, buku agama, sekolah, universitas misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penulis yang mampu menyelami nurani massa, akan mampu menulis buku yang bukan hanya berkwalitas, tapi juga disukai khalayak pembaca. Buku yang laku, akan menguntungkan dari segi dakwah, semakin banyak pembaca berarti dakwah semakin tersebar luas. Dari sudut ekonomi, baik penerbit maupun penulis, jelas akan diuntungkan dengan buku best seller (laris di pasaran).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By Abu Al-Ghifari&lt;br /&gt;http://penulissukses.com/penulis9.php&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17267624328726699-2410528454501615360?l=penerbitbukuislam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/feeds/2410528454501615360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=17267624328726699&amp;postID=2410528454501615360' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/2410528454501615360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/2410528454501615360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/2008/09/ciri-ciri-naskah-buku-yang-berkualitas.html' title='Ciri-ciri Naskah Buku yang Berkualitas'/><author><name>jahar.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00917718316384441930</uri><email>jaharuddin@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16836016333288309241'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SL-VFhzgiSI/AAAAAAAAAis/ozyJpOckLLs/s72-c/naskah.bmp' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17267624328726699.post-8802707091088310029</id><published>2008-09-04T00:49:00.000-07:00</published><updated>2008-09-04T00:51:57.770-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Mengenal Sejarah Buku</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Sejarah Perkembangan Buku &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman kuno, tradisi komunikasi masih mengandalkan lisan. Penyampaian informasi, cerita-cerita, nyanyian, do’a-do’a, maupun syair, disampaikan secara lisan dari mulut ke mulut. Karenanya, hafalan merupakan ciri yang menandai tradisi ini. Semuanya dihafal. Kian hari, kian banyak saja hal-hal yang musti dihafal. Saking banyaknya, sehingga akhirnya mereka kuwalahan alias tidak mampu menghafalkannya lagi. Hingga, terpikirlah untuk menuangkannya dalam tulisan. Maka, lahirlah apa yang disebut sebagai buku kuno. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku kuno ketika itu, belum berupa tulisan yang tercetak di atas kertas modern seperti sekarang ini, melainkan tulisan-tulisan di atas keping-keping batu (prasasti) atau juga di atas kertas yang terbuat dari daun papyrus. Papyrus adalah tumbuhan sejenis alang-alang yang banyak tumbuh di tepi Sungai Nil. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mesir merupakan bangsa yang pertama mengenal tulisan yang disebut hieroglif. Tulisan hieroglif yang diperkenalkan bangsa Mesir Kuno bentuk hurufnya berupa gambar-gambar. Mereka menuliskannya di batu-batu atau pun di kertas papyrus. Kertas papyrus bertulisan dan berbentuk gulungan ini yang disebut sebagi bentuk awal buku atau buku kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Mesir, bangsa Romawi juga memanfaatkan papyrus untuk membuat tulisan. Panjang gulungan papyrus itu kadang-kadang mencapai puluhan meter. Hal ini sungguh merepotkan orang yang menulis maupun yang membacanya. Karena itu, gulungan papyrus ada yang dipotong-potong. Papyrus terpanjang terdapat di British Museum di London yang mencapai 40,5 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan menggunakan gulungan papyrus, di kemudian hari mengantarkan perkembangan bentuk buku mengalami perubahan. Perubahan itu selaras dengan fitrah manusia yang menginginkan kemudahan. Dengan akalnya, manusia terus berpikir untuk mengadakan peningkatan dalam peradaban kehidupannya. Maka, pada awal abad pertengahan, gulungan papyrus digantikan oleh lembaran kulit domba terlipat yang dilindungi oleh kulit kayu yang keras yang dinamakan codex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan selanjutnya, orang-orang Timur Tengah menggunakan kulit domba yang disamak dan dibentangkan. Lembar ini disebut pergamenum yang kemudian disebut perkamen, artinya kertas kulit. Perkamen lebih kuat dan lebih mudah dipotong dan dibuat berlipat-lipat sehingga lebih mudah digunakan. Inilah bentuk awal dari buku yang berjilid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Cina dan Jepang, perubahan bentuk buku gulungan menjadi buku berlipat yang diapit sampul berlangsung lebih cepat dan lebih sederhana. Bentuknya seperti lipatan-lipatan kain korden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku-buku kuno itu semuanya ditulis tangan. Awalnya yang banyak diterbitkan adalah kitab suci, seperti Al-Qur’an yang dibuat dengan ditulis tangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia sendiri, pada zaman dahulu, juga dikenal dengan buku kuno. Buku kuno itu ditulis di atas daun lontar. Daun lontar yang sudah ditulisi itu lalu dijilid hingga membentuk sebuah buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan perbukuan mengalami perubahan signifikan dengan diciptakannya kertas yang sampai sekarang masih digunakan sebagai bahan baku penerbitan buku. Pencipta kertas yang memicu lahirnya era baru dunia perbukuan itu bernama Ts’ai Lun. Ts’ai Lun berkebangsaan Cina. Hidup sekitar tahun 105 Masehi pada zaman Kekaisaran Ho Ti di daratan Cina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan Ts’ai Lun telah mengantarkan bangsa Cina mengalami kemajuan. Sehingga, pada abad kedua, Cina menjadi pengekspor kertas satu-satunya di dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tindak lanjut penemuan kertas, penemuan mesin cetak pertama kali merupakan tahap perkembangan selanjutnya yang signifikan dari dunia perbukuan. Penemu mesin cetak itu berkebangsaan Jerman bernama Johanes Gensleich Zur Laden Zum Gutenberg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gutenberg telah berhasil mengatasi kesulitan pembuatan buku yang dibuat dengan ditulis tangan. Gutenberg menemukan cara pencetakan buku dengan huruf-huruf logam yang terpisah. Huruf-huruf itu bisa dibentuk menjadi kata atau kalimat. Selain itu, Gutenberg juga melengkapi ciptaannya dengan mesin cetak. Namun, tetap saja untuk menyelesaikan satu buah buku diperlukan waktu agak lama karena mesinnya kecil dan jumlah huruf yang digunakan terbatas. Kelebihannya, mesin Gutenberg mampu menggandakan cetakan dengan cepat dan jumlah yang banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gutenberg memulai pembuatan mesin cetak pada abad ke-15. Teknik cetak yang ditemukan Gutenberg bertahan hingga abad ke-20 sebelum akhirnya ditemukan teknik cetak yang lebih sempurna, yakni pencetakan offset, yang ditemukan pada pertengahan abad ke-20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Buku di Era Modern&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di era modern sekarang ini perkembangan teknologi semakin canggih. Mesin-mesin offset raksasa yang mampu mencetak ratusan ribu eksemplar buku dalam waktu singkat telah dibuat. Hal itu diikuti pula dengan penemuan mesin komputer sehingga memudahkan untuk setting (menyusun huruf) dan lay out (tata letak halaman). Diikuti pula penemuan mesin penjilidan, mesin pemotong kertas, scanner (alat pengkopi gambar, ilustrasi, atau teks yang bekerja dengan sinar laser hingga bisa diolah melalui computer), dan juga printer laser (alat pencetak yang menggunakan sumber sinar laser untuk menulis pada kertas yang kemudian di taburi serbuk tinta). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua penemuan menakjubkan itu telah menjadikan buku-buku sekarang ini mudah dicetak dengan sangat cepat, dijilid dengan sangat bagus, serta hasil cetakan dan desain yang sangat bagus pula. Tak mengherankan bila sekarang ini kita dapati berbagai buku terbit silih berganti dengan penampilan yang semakin menarik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sampai sekarang ini pun, di negara kita Indonesia, kendati sedang diterpa krisis, kondisi ekonomi masih gonjang-ganjing, tapi penerbit-penerbit buku malahan bermunculan. Banyak sekali jumlahnya, hingga tak terhitung, sebab tak tersedia data yang dapat dipertanggungjawabkan. Tidak juga di Ikatan Penerbit Indonesia [IKAPI]. Sebab tidak semua penerbit bergabung dengan lembaga ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dari pengamatan sekilas saja, kita akan dapat segera menyimpulkan, betapa penerbit-penerbit buku saat ini semakin banyak saja jumlahnya. Tengoklah, di toko-toko buku yang ada di berbagai kota di negeri ini, maka akan kita jumpai, berderet-deret bahkan bertumpuk-tumpuk buku-buku baru terbit silih berganti bak musim semi dengan beragam judul dan beraneka desain sampul yang menawan dari berbagai penerbit, baik dari penerbit besar yang sudah mapan dan lebih dulu eksis, maupun dari penerbit kecil yang baru merintis dan masih kembang-kempis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Animo masyarakat pun terhadap buku nampak juga mengalami peningkatan. Ini nampak dari banyaknya buku-buku bestseller yang laris manis diserbu masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, dibanding dengan jumlah penduduk Indonesia yang nyaris 200 juta orang, sungguh mengherankan bahwa sebuah judul buku yang laku beberapa ribu saja sudah terasa menyenangkan dan dianggap bestseller. Akan tetapi, kondisi ini tentu jauh lebih baik bila dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang muslim da’i yang memiliki komitmen dengan dakwah, kondisi di atas akan dimanfaatkan untuk kepentingan dakwah. Menulis buku-buku bernuansa dakwah adalah pilihan yang sudah selayaknya untuk dilakukan. Agar buku benar-benar menjelma fungsinya sebagai pencerdas dan pencerah umat, bukan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By Badiatul Muchlisin Astii&lt;br /&gt;http://penulissukses.com/penulis12.php&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17267624328726699-8802707091088310029?l=penerbitbukuislam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/feeds/8802707091088310029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=17267624328726699&amp;postID=8802707091088310029' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/8802707091088310029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/8802707091088310029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/2008/09/mengenal-sejarah-buku.html' title='Mengenal Sejarah Buku'/><author><name>jahar.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00917718316384441930</uri><email>jaharuddin@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16836016333288309241'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17267624328726699.post-6159763383986035458</id><published>2008-09-04T00:45:00.000-07:00</published><updated>2008-09-04T00:46:07.814-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Sejarah Buku</title><content type='html'>Sebelum kemunculan buku, manusia telahpun memiliki cara untuk menurunkan tulisan. Pada awal tamadun, manusia pada lazimnya menurunkan tulisan mereka di atas batu, papan, dan juga di atas daun (misalnya daun lontar yang menjadi lambang DBP). Sehubungan itu, medium tulisan awal ini adalah bentuk proto bagi buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku dikatakan muncul dalam sejarah umat manusia, apabila orang Mesir mencipta kertas papirus pada tahun sekitar 2400 SM. Adapun kertas papirus yang diturunkan tulisan ini digulungkan untuk menjadi "skrol" (scroll), dan ia diyakini adalah bentuk buku yang paling awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, buku juga muncul di tamadun yang lain dengan bentuk yang lain. Contohnya, di Kemboja, Sami Budha di situ membaca "buku" yang dibuat daripada daun dan amalan ini masih dikekalkan sehingga hari ini dan perkara pernah dilaporkan oleh Nasional Geografi. Manakala di negeri Cina, sebelum terciptanya kertas, para cendekiawan di situ menurunkan tulisan mereka di atas lidi buluh dan mengikat lidi ini menjadi buku. Amalan menulis di atas lidi telah mempengaruhi sistem tulisan Cina sehinggakan orang Cina mengamalkan tulisan menegak sehingga pada awal moden&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku memasuki satu era yang baru apabila industri kertas menjadi mantap. Kertas dipercayai muncul di negeri Cina seawal-awalnya pada 200 SM, selepas itu teknologi ini dibawa oleh pedagang muslim ke Eropah sebelum abad ke-11. Dengan adanya kertas, penulisan menjadi lebih mudah kerana kertas mempunyai ciri-ciri mudah disimpan dan juga bertahan lama.&lt;br /&gt;http://ms.wikipedia.org/wiki/Buku#Sejarah_buku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17267624328726699-6159763383986035458?l=penerbitbukuislam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/feeds/6159763383986035458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=17267624328726699&amp;postID=6159763383986035458' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/6159763383986035458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/6159763383986035458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/2008/09/sejarah-buku.html' title='Sejarah Buku'/><author><name>jahar.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00917718316384441930</uri><email>jaharuddin@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16836016333288309241'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17267624328726699.post-7303343983154374263</id><published>2008-09-03T23:47:00.000-07:00</published><updated>2008-09-04T00:00:08.455-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pameran'/><title type='text'>ACEH BOOK FAIR &amp; VISUAL ARCHIVES 2008</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SL-HY6dX1kI/AAAAAAAAAic/qA0FC2iRZvI/s1600-h/S1033423.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SL-HY6dX1kI/AAAAAAAAAic/qA0FC2iRZvI/s200/S1033423.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242057353361610306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Keinginan dan kesadaran masyarakat terhadap dunia pendidikan makin terasa dan masyarakat semakin sadar terhadap kebutuhan sumber ilmu pengetahuan ataupun pendukung proses belajar mengajar dalam dunia pendidikan. Namun ketersediaan buku di Aceh selama ini masih timpang dengan kebutuhan, hal ini disebabkan segannya penerbit untuk masuk ke Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca tsunami kebutuhan terhadap buku semakin bertambah, didukung adanya program pihak donor internasional khususnya yang bergerak di dunia pendidikan  melakukan rehabilitasi sistem dengan membantu para siswa dan mahasiswa, juga bagi lembaga perpustakaan, sampai saat ini mereka terkendala sulitnya mencari buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikitnya judul buku yang beredar, berimbas pada sukarnya mendapatkan informasi perkembangan buku, kondisi ini menjadi salah satu faktor yang mendorong dilaksanakannya  ACEH BOOK FAIR dan VISUAL ARCHIVES 2008 tanggal 22 s/d 26 Agustus 2008 bertempat  di AULA BADAN ARSIP PERPUSTAKAAN WILAYAH NAD. Dimulai pukul 09:00 s/d  18:00 WIB.yang di beri tema ‘aceh membaca aceh berjaya’ menjadi salah satu kegiatan yang diharapkan dapat memacu minat baca masyarakat Aceh serta menjadi pertemuan para penerbit dengan masyarakat dan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaannya ada beberapa catatan yang perlu diperbaiki dimasa mendatang seperti : Promosi yang sangat kurang, panitia sangat sedikit menempelkan spanduk, hanya 44 spanduk, Promosi dimedia cetak yang hanya sekali dan di kolom yang kurang strategis, Panitia baru menempelkan pamlet &amp; spanduk pada hari “H”di UNSIAH Aceh, Tempat Yang kurang representative, dari 18 stand yang ada hanya 6 stand yang terisi, Panitia yang baru pertama kali melakukan event pameran buku, Pengunjung yang sangat sedikit, Waktu  yang hanya 5 hari, dan pada akhir bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian kita selayaknya memberikan apresiasi yang positif atas kerja keras panitia dalam mengelar acara, hal yang positif perlu dipertahankan seperti panita yang sangat bersahabat dengan peserta, panitia dapat menerima masukan dari peserta, semoga dimasa yang akan datang pameran bisa lebih baik karena didukung minat baca dan minat beli yang tinggi di Aceh, Aceh merupakan pasar potensial untuk buku-buku Islam.&lt;br /&gt;Sukma Duriat, A.Md (Penanggung Jawab pameran Aceh 2008)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17267624328726699-7303343983154374263?l=penerbitbukuislam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/feeds/7303343983154374263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=17267624328726699&amp;postID=7303343983154374263' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/7303343983154374263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/7303343983154374263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/2008/09/aceh-book-fair-visual-archives-2008.html' title='ACEH BOOK FAIR &amp; VISUAL ARCHIVES 2008'/><author><name>jahar.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00917718316384441930</uri><email>jaharuddin@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16836016333288309241'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SL-HY6dX1kI/AAAAAAAAAic/qA0FC2iRZvI/s72-c/S1033423.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17267624328726699.post-5763967263440476568</id><published>2008-09-03T21:08:00.000-07:00</published><updated>2008-09-03T21:55:45.358-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pameran'/><title type='text'>Balik Papan dan Samarinda Book Fair 2008</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SL9p-sm9e0I/AAAAAAAAAiU/r0oZJViw8cU/s1600-h/S1033419.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SL9p-sm9e0I/AAAAAAAAAiU/r0oZJViw8cU/s200/S1033419.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242025017129925442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pameran ini berlangsung di dua kota di wilayah Kalimantan Timur dengan penyelenggara ADIL ORGANIZER, yaitu di Balikpapan dan Samarinda. Di Balikpapan berlangsung dari tanggal 12 – 21 Agustus 2008 bertempat di Gedung Nasional Jl. Jend. Sudirman. Sedangkan pameran di kota Samarinda bertempat di Gedung Auditorium Universitas 17 Agustus 45 Jl. Juanda dari tanggal 25 – 31 Agustus 2008.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pameran di hari ke 1- 4 berlangsung sepi pengunjung, penjualan tidak sesuai dengan harapan. Baru pada hari ke 5 sampai penutupan mulai terjadi kenaikan penjualan. Padahal daya beli masyarakat di daerah ini  sangat tinggi  dan mayoritas penduduknya muslim. Masyarakat Kaltim juga relatif memiliki minat baca yang cukup tinggi terhadap buku-buku keIslaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya kegiatan promosi dapat dilakukan jauh hari sebelum pelaksanaan diyakini pameran ini akan mampu mendatangkan pengunjung yang lebih banyak , diharapkan panitia lebih memperhatikan sikap profesionalisme yang tinggi dalam merencanakan dan mengelola pameran, sehingga target pengunjung dan panjualan bisa tercapai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depan jika diadakan kembali pameran di daerah ini, maka perlu diperhatikan siapa penyelenggaranya, dimana tempatnya, waktu penyelenggaraan, dan kegiatan promosinya. Penyelenggara haruslah profesional, penyelenggara haruslah mengetahui secara benar karakter daerah tersebut sehingga kegiatan promosi, pemilihan tempat dan waktu penyelenggaraan tepat sasaran. Salah satu tempat yang bisa dijadikan alternatif dan representatif adalah Islamic Center yang berada tepat di tengah kota Samarinda.&lt;br /&gt;Anhar Muslim, S.Pi (PJ Pameran KalTim 2008)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17267624328726699-5763967263440476568?l=penerbitbukuislam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/feeds/5763967263440476568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=17267624328726699&amp;postID=5763967263440476568' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/5763967263440476568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/5763967263440476568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/2008/09/balik-papan-dan-samarinda-book-fair.html' title='Balik Papan dan Samarinda Book Fair 2008'/><author><name>jahar.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00917718316384441930</uri><email>jaharuddin@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16836016333288309241'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SL9p-sm9e0I/AAAAAAAAAiU/r0oZJViw8cU/s72-c/S1033419.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17267624328726699.post-8271119245027316876</id><published>2008-09-03T19:58:00.000-07:00</published><updated>2008-09-03T19:59:44.944-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing'/><title type='text'>Gramedia Cirebon Order ulang  Aritmatika jari metode AHA sebanyak 500 eksemplar</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SL9PCn1dcjI/AAAAAAAAAiE/f_JwToYJ7oM/s1600-h/Aritmatika_Jari_Metode_AHA.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SL9PCn1dcjI/AAAAAAAAAiE/f_JwToYJ7oM/s320/Aritmatika_Jari_Metode_AHA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241995397754090034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Metode Asma’ul Husna Arithmetic (AHA),adalah konsep yang menyenangkan dan digunakan oleh lebih dari 5000 siswa di lembaga pendidikan Arya Group sejak tahun 2001, untuk meningkatkan kemampuan belajar mereka dengan mengunakan keseluruhan otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aritmatika Jari Metode AHA, ditujukan untuk segala umur, lebih khusus bagi mereka yang berusia 5 tahun ke atas. AHA dapat membantu meningkatkan ketrampilan kita dalam berhitung tanpa kalkulator. AHA merupakan produk yang diimplementasikan dari hasanah dunia Islam, memiliki landasan ilmiah dan trasendental serta kajian literatur yang bisa dipertangung jawabkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui Aritmatika Jari Metode AHA ini, setiap muslim bukan hanya diajarkan untuk mengerti, memahami dan pintar dalam berhitung yang itu merupakan “tools” untuk sukses dalam kehidupan , namun kita juga dituntun untuk memperdalam keimanan  kepada sang Khalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai bulan Agustus telah terjual + 5.000 eksemplar, dan pada bulan September ini akan dicetak kembali sebanyak 7.000 eksemplar, melihat permintaan toko yang begitu baik, seperti TB Gramedia Cirebon order ulang sebanyak 500 eksemplar, dan penulisnya sedang giat-giatnya melakukan seminar di berbagai kota , mulai dari Batam, Tanjung Pinang, Jakarta Utara, Bekasi dan Bandung . kemudian pada setiap seminar yang diadakan selalu animo peserta sangat antusias, seperti yang pernah diadakan pada Islamic Center Jakarta Utara tanggal 12 agustus 2008, panitia harus menambah bangku peserta karena peserta membludak, melihat kesunguhan promosi dari penulis dan animo peserta maka diyakini akan mendorong terjadinya peningkatan penjualan terhadap buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agenda seminar terdekat:&lt;br /&gt;1. Tanggal 7 September 2008, di Bekasi, cp bapak wisnu 08568970008&lt;br /&gt;2. Untuk kesekian kalinya akan diadakan kembali seminar di Batam, tanggal 13 – 14 september 2008, cp Ade Verid 08192676972&lt;br /&gt;3. Tanggal 21 september 2008, di Bandung, cp Deden 02292839401&lt;br /&gt;4. dan agenda lainnya menyusul.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17267624328726699-8271119245027316876?l=penerbitbukuislam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/feeds/8271119245027316876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=17267624328726699&amp;postID=8271119245027316876' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/8271119245027316876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/8271119245027316876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/2008/09/gramedia-cirebon-order-ulang-aritmatika.html' title='Gramedia Cirebon Order ulang  Aritmatika jari metode AHA sebanyak 500 eksemplar'/><author><name>jahar.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00917718316384441930</uri><email>jaharuddin@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16836016333288309241'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SL9PCn1dcjI/AAAAAAAAAiE/f_JwToYJ7oM/s72-c/Aritmatika_Jari_Metode_AHA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17267624328726699.post-4835437036644833882</id><published>2008-09-03T16:15:00.000-07:00</published><updated>2008-09-03T19:06:20.828-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pameran'/><title type='text'>Bogor Book Fair 2008</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SL9CGWZ-v7I/AAAAAAAAAh8/xfK0Zhcw3_c/s1600-h/S1033404.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SL9CGWZ-v7I/AAAAAAAAAh8/xfK0Zhcw3_c/s320/S1033404.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241981168143744946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selasa 2 september 2008,saya sempat mengunjungi Bogor Book Fair 2008, yang diadakan di PPIB Bogor, di samping Masjid Raya Bogor, ada sekitar 50 - 70 stand dibuka di sana. dari pengamatan seentara saya beberapa jam di lokasi pameran, pameran bisa dikategorikan sebagai pameran yang sepi pengunjung, bahkan beberapa stand yang sempat saya ajak dialog mengeluhkan sepinya pengunjung, bahkan ada yang berkomentar lebih sepi dari pameran Garut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa demikian? ada beberapa faktor yang mungkin bisa menjadi penyebab, seperti masih minimnya promosi panitia, tidak berhasilnya panitia mendatangkan penerbit-penerbit besar dari Jakarta seperti GIP, Mizan, dll, bisa jadi juga dipengaruhi oleh culture pengunjung yag sedang melakukan ibadah shaum ramadhan, sehingga cendrung malas untuk berkunjung ke pameran, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;padahal sejauh pengamatan saya dari penjualan di toko-toko buku di Bogor seperti Gramedia, TB Al Amin, Toko Gunung Agung, penjualan di toko-toko tersebut bisa dikategorikan sebagai toko-toko yang mempunyai penjualan yang baik, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebenarnya potensi pasar buku terutama buku Islam di wilayah Bogor, berketegori baik dan sangat menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah, kenapa pameran belum berhasil menarik pengunjung dan menghasilkan penjualan maksimal? ini tugas kita bersama dan panitia untuk mencari solusi terbaik mengenai pameran di Bogor.&lt;br /&gt;salah satunya mungkin adalah tempat yang lebih representatif di kota bogor, namun tetap di dalam ruangan, karena bogor merupakan kota hujan.&lt;br /&gt;wallahu' alam....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17267624328726699-4835437036644833882?l=penerbitbukuislam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/feeds/4835437036644833882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=17267624328726699&amp;postID=4835437036644833882' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/4835437036644833882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/4835437036644833882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/2008/09/bogor-book-fair-2008.html' title='Bogor Book Fair 2008'/><author><name>jahar.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00917718316384441930</uri><email>jaharuddin@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16836016333288309241'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SL9CGWZ-v7I/AAAAAAAAAh8/xfK0Zhcw3_c/s72-c/S1033404.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17267624328726699.post-7895376295251050341</id><published>2008-08-13T21:00:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T21:04:48.526-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penerbitan'/><title type='text'>Trend Buku 2008</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SKOupRo1tWI/AAAAAAAAAeU/6gzb6KgDJ54/s1600-h/trend-buku.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SKOupRo1tWI/AAAAAAAAAeU/6gzb6KgDJ54/s320/trend-buku.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234219216067212642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa yang akan menjadi trend dalam penerbitan buku tahun 2008 di Indonesia ? Jawaban singkatnya adalah fiksi dan referensi. Novel karya manusia Indonesia masih akan merajai. Mereka kini menjadi selebriti baru yang dielu-elukan pembacanya. Laskar Pelangi, misalnya, menjadi pusat perhatian banyak orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Abik alias Habiburahman El Sirazy juga banyak diminati orang karena karyanya Ayat-Ayat Cinta. Demikian juga penulis-penulis muda lainnya menjadi idola banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda mencari inspirasi untuk meledak tahun 2008, tulislah novel. Namun untuk novel ini ada catatannya. Tidak hanya khayalan semata-mata di entah berantah, tapi bisa menyerempet setengah riwayat hidup Anda. Jika Anda pernah ke Perancis, Inggris atau Mesir, maka setting tempat itu yang pernah dikunjungi dan ditempati bisa jadi daya tarik tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, buku referensi lengkap baik agama maupun umum menjadi incaran berbagai rumah tangga di Indonesia. Referensi ini tidak hanya untuk pamer tetapi juga memang fungsional. Tahun 2008, buku-buku referensi tetang berbagai masalah akan menjadi incaran banyak orang. Formatnya tebal harganya selangit, tetapi konon masih ditunggu orang.&lt;br /&gt;http://www.asepsetiawan.com/?s=sirazy&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17267624328726699-7895376295251050341?l=penerbitbukuislam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/feeds/7895376295251050341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=17267624328726699&amp;postID=7895376295251050341' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/7895376295251050341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/7895376295251050341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/2008/08/trend-buku-2008.html' title='Trend Buku 2008'/><author><name>jahar.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00917718316384441930</uri><email>jaharuddin@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16836016333288309241'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SKOupRo1tWI/AAAAAAAAAeU/6gzb6KgDJ54/s72-c/trend-buku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17267624328726699.post-4492789650603010507</id><published>2008-08-07T23:23:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T21:32:04.467-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penerbitan'/><title type='text'>Industri Perbukuan Terhambat Kertas</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SKO1MMMyfAI/AAAAAAAAAec/9l5c0H4JUhM/s1600-h/kertas.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SKO1MMMyfAI/AAAAAAAAAec/9l5c0H4JUhM/s320/kertas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234226412972571650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 01 Januari 2008&lt;br /&gt;SURABAYA&amp;mdash;Meski masih tetap bisa survive pada 2007, industri perbukuan mengeluhkan mahalnya kertas.&lt;br /&gt;Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Jatim Abdul Muiz Nahari menyatakan, harga kertas cenderung naik.&lt;br /&gt;&amp;lsquo;&amp;rsquo;Apalagi jika mendekati akhir tahun dan ganti tahun ajaran baru,&amp;rsquo;&amp;rsquo; ujarnya.&lt;br /&gt;Karena itu, kata Abdul Muiz, para pelaku industri perbukuan berharap ada diskon khusus dalam hal pengadaan kertas.&lt;br /&gt;Selama ini, jelas dia, kertas menjadi komponen biaya yang sangat tinggi dibandingkan komponen lain, seperti tinta, plat,&lt;br /&gt;dan biaya cetak. &amp;lsquo;&amp;rsquo;Dari total cost produksi, 30 persen di antaranya untuk kertas,&amp;rsquo;&amp;rsquo; jelasnya.&lt;br /&gt;Abdul Muiz berharap, ada perhatian khusus untuk para pelaku industri perbukuan. Sebab, bisnis perbukuan tidak melulu&lt;br /&gt;terkait persoalan laba seperti halnya sektor bisnis lainnya. &amp;lsquo;&amp;rsquo;Tapi, juga terkait fungsi sosial untuk&lt;br /&gt;mencerdaskan masyarakat,&amp;rsquo;&amp;rsquo; ujarnya.&lt;br /&gt;Meski terkendala kertas, kata dia, sepanjang 2007 industri perbukuan relatif stabil. &amp;lsquo;&amp;rsquo;Pertumbuhan&lt;br /&gt;kapasitas produksi sebesar 20 persen,&amp;rsquo;&amp;rsquo; katanya. Itu ditunjang oleh sejumlah proyek pengadaan buku&lt;br /&gt;yang dilakukan lewat dana APBD.&lt;br /&gt;Di samping itu, capaian kapasitas produksi itu juga ditunjang sales dari kota pinggiran. Abdul Muiz menjelaskan jika&lt;br /&gt;daerah-daerah pinggiran memiliki kontribusi sales yang lebih besar daripada kota besar. &amp;lsquo;&amp;rsquo;Penjualan di&lt;br /&gt;Jember, Pacitan, dan Ponorogo, misalnya, sangat tinggi,&amp;rsquo;&amp;rsquo; katanya.&lt;br /&gt;Sales industri perbukuan juga ditunjang oleh pengadaan buku penunjang pelajaran dan buku-buku umum. Sementara&lt;br /&gt;buku jenis lain masih belum berkontribusi banyak. Soal prospek pada tahun mendatang, para pelaku bisnis perbukuan&lt;br /&gt;berharap, hajatan politik pada 2008 (Pilgub Jatim) bisa memberi imbas positif. Begitu juga untuk pemilu dan pilpres&lt;br /&gt;2009.&lt;br /&gt;Sebab, biasanya, pesanan untuk buku-buku berbau kampanye akan datang. &amp;lsquo;&amp;rsquo;Dari hajatan politik itu,&lt;br /&gt;mungkin bisa ada kenaikan kapasitas produksi sebesar 10 persen,&amp;rsquo;&amp;rsquo; ujarnya. Abdul Muiz juga&lt;br /&gt;menjelaskan, sales buku-buku agama cukup tinggi jika dibandingkan buku-buku umum. (eri/jpnn)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17267624328726699-4492789650603010507?l=penerbitbukuislam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/feeds/4492789650603010507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=17267624328726699&amp;postID=4492789650603010507' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/4492789650603010507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/4492789650603010507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/2008/08/industri-perbukuan-terhambat-kertas.html' title='Industri Perbukuan Terhambat Kertas'/><author><name>jahar.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00917718316384441930</uri><email>jaharuddin@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16836016333288309241'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FHUL2vrDL3k/SKO1MMMyfAI/AAAAAAAAAec/9l5c0H4JUhM/s72-c/kertas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17267624328726699.post-8073895811872396950</id><published>2008-08-07T23:14:00.000-07:00</published><updated>2008-08-07T23:16:11.960-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pameran'/><title type='text'>Industri Perbukuan Meningkat</title><content type='html'>BANDUNG, (karir-up) – Gairah industri perbukuan tahun ini meningkat. Terlihat dari animo penerbit yang ingin mengikuti pameran. Bahkan untuk pameran berikutnya, sudah 30 persen yang ikut Pesta Buku Bandung menyatakan keikutsertaan pada pameran Mei mendatang. Demikian disampaikan Erwan Juhara, Penanggung Jawab Bidang Promosi dan Publikasi Pesta Buku Bandung 2008, Sabtu (2/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selalu ada yang waiting list ketika pameran mendekati waktu pelaksanaan. Ini menandakan minat yang besar, namun harus menunggu kepastian dari yang sudah mendaftar duluan,” jelas Erwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panitia pameran Pesta Buku Bandung 2008 sendiri merasa optimistis bisa meraup Rp 2 miliar. Angka ini bisa tercapai karena pameran serupa tahun lalu berhasil membukukan transaksi sebesar Rp 1,87 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pesta Buku Bandung 2008 digelar IKAPI Jabar dan berlangsung pada 29 Januari hingga 4 Februari 2008 di Gedung Landmark. Transaksi itu kemungkinan bisa tercapai lantaran jumlah pengunjung terus bertambah. Rata-rata pengunjung mencapai 10 ribu orang per hari,”papar Erwan&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;Ditambahkan Erwan, Pesta Buku Bandung 2008 ini ada 80 penerbit yang ikut dan menyewa 130 stand yang disediakan. Banyaknya buku baru menjadikannya optimistis target transaksi Rp 2 miliar bisa tercapai. Selaian itu para penerbit juga bervariasi, tak hanya dari Jabar tapi juga dari DKI, Jateng, Jatim dan Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Transaksi tampaknya makin tinggi. Pasalnya semua peserta menawarkan variasi buku dengan berbagai tema menarik. Serta diskon yang besar hingga 70 persen. Beberapa peserta juga menyiapkan hadiah yang diundi untuk setiap pembelian buku,”jelas Erwan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinggung mengenai buku yang disukai saat ini, Erwan menyebutkan buku jenis spiritual yang lebih diminati. Buku tersebut diantaranya yang memiliki tema keteladanan dan motivasi baik dalam kemasan keagamaan maupun masalah sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“IKAPI Jabar biasanya mengadakan tiga kali pameran dalam setahun yang berlangsung di Bandung. Serta satu kali pameran diadakan di luar Bandung. Tiga pameran di Bandung yakni Pesta Buku Bandung (Januari-Februari), Islamic Book Fair, tahun ini akan dilaksanakan pada 29 April-5 Mei 2008 dan Pameran Buku Bandung yang tahun ini akan digelar pada 30 Juli-6 Agustus 2008,”pungkas Erwan (RAS/tj)&lt;br /&gt;http://www.karir-up.com/2008/02/industri-perbukuan-meningkat/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17267624328726699-8073895811872396950?l=penerbitbukuislam.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/feeds/8073895811872396950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=17267624328726699&amp;postID=8073895811872396950' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/8073895811872396950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17267624328726699/posts/default/8073895811872396950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://penerbitbukuislam.blogspot.com/2008/08/industri-perbukuan-meningkat.html' title='Industri Perbukuan Meningkat'/><author><name>jahar.com</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00917718316384441930</uri><email>jaharuddin@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16836016333288309241'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>